0
News
    Home Berita Donald Trump Featured FIFA NFF Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    NFF Desak FIFA Hapuskan Penghargaan Perdamaian Donald Trump - Babel Insight

    7 min read

     

    NFF Desak FIFA Hapuskan Penghargaan Perdamaian Donald Trump


    Nadia Larasati

    Author

    Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF) melayangkan kritik keras terhadap Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) atas pemberian Hadiah Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Bola, langkah tersebut dinilai mencederai integritas organisasi dari pengaruh politik praktis.

    Presiden NFF Lise Klaveness menegaskan bahwa pemberian penghargaan yang dilakukan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino pada Desember lalu tidak memiliki landasan hukum internal yang kuat. Federasi Norwegia secara resmi mempertanyakan legitimasi kebijakan tersebut dan mendesak komite etik untuk melakukan penyelidikan mendalam.

    "Tentu saja. Kami mengkritik pembentukannya. Penghargaan itu tidak memiliki dasar dalam Kongres FIFA," ujar Lise Klaveness, Presiden NFF.

    Klaveness menambahkan bahwa inisiatif tersebut berada di luar mandat resmi organisasi sepak bola dunia. NFF khawatir pengenalan penghargaan politik tanpa dasar yang jelas dapat merusak kredibilitas federasi di mata internasional.

    "Penghargaan itu tidak memiliki legitimasi, dan jelas berada di luar mandat FIFA. Sangat serius bahwa penghargaan politik diperkenalkan tanpa dasar apa pun," tegas Lise Klaveness, Presiden NFF.

    Dewan direksi NFF telah menyepakati langkah hukum internal untuk menindaklanjuti persoalan ini. Mereka berencana mengirimkan surat resmi kepada komite etik untuk mempertimbangkan pengaduan terkait pemberian gelar kepada Donald Trump tersebut.

    "Kami membahas hal itu dalam rapat dewan. Kami sedang menilainya sedemikian rupa sehingga kami akan mendukungnya, dan kami akan mengirimkan surat kepada FIFA dan meminta komite etik untuk mempertimbangkan pengaduan ini," lanjut Lise Klaveness, Presiden NFF.

    Kelompok hak asasi manusia FairSquare turut memberikan tekanan melalui surat pengaduan resmi kepada FIFA. Mereka menuduh adanya pelanggaran nyata terhadap aturan netralitas yang selama ini dijunjung tinggi oleh badan sepak bola tersebut dalam menghadapi aktor politik aktif.

    "Pemberian penghargaan semacam ini kepada seorang pemimpin politik yang sedang menjabat, dengan sendirinya, merupakan pelanggaran nyata terhadap kewajiban netralitas FIFA," tulis kelompok hak asasi manusia FairSquare.

    FairSquare juga menyoroti wewenang presiden dalam menentukan arah strategis organisasi secara sepihak. Mereka menilai langkah Gianni Infantino melampaui batas otoritas yang diberikan oleh konstitusi FIFA.

    "Presiden FIFA tidak memiliki wewenang untuk secara sepihak mendikte misi, arah strategis, kebijakan, dan nilai-nilai organisasi," tambah kelompok hak asasi manusia FairSquare.

    Menanggapi berbagai tekanan tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino tetap mempertahankan keputusannya. Ia menyatakan bahwa pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya perdamaian dunia tanpa memandang reaksi publik yang muncul.

    "Apa pun yang dapat kita lakukan untuk membantu perdamaian di dunia, kita harus melakukannya, dan karena alasan ini, untuk beberapa waktu kami memikirkan [apakah] kami harus melakukan sesuatu untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu," terang Gianni Infantino, Presiden FIFA.

    Kontroversi ini mencuat di tengah persiapan pengundian Piala Dunia 2026. Banyak pihak menganggap penghargaan ini merupakan upaya mengakomodasi keinginan pribadi Donald Trump yang sering mengklaim kelayakan dirinya atas pengakuan perdamaian internasional.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS