Meksiko Jamin Keamanan Jelang Piala Dunia 2026, Meski Ada Penembakan Berdarah di Teotihuacan - Republika
Meksiko Jamin Keamanan Jelang Piala Dunia 2026, Meski Ada Penembakan Berdarah di Teotihuacan
Total 13 orang dilaporkan terluka, termasuk anak-anak.
Rep: Fitriyanto
Wikipedia Piramida Bulan, Teotihuacan, Meksiko (ilustrasi), tempat penembakan yang menewaskan satu turis Kanada.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Meksiko menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 menyusul insiden penembakan di situs bersejarah Teotihuacan yang menewaskan seorang turis asal Kanada.
Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dari puncak piramida di kompleks wisata terkenal itu. Pelaku yang berusia 27 tahun dilaporkan membawa pistol serta pisau di dalam ranselnya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri setelah menimbulkan kepanikan di lokasi.
Sponsored
Pejabat setempat menyebut pelaku bertindak seorang diri dan melepaskan sedikitnya 14 tembakan yang melukai sejumlah pengunjung dari berbagai negara. Total 13 orang dilaporkan terluka, termasuk anak-anak, dengan tujuh di antaranya mengalami luka tembak.
Jaksa wilayah Negara Bagian Meksiko Luis Cervantes mengungkapkan, pelaku diduga terinspirasi oleh insiden kekerasan di luar negeri.
“Di antara barang-barangnya, pihak berwenang menemukan literatur, gambar, dan dokumen yang diduga terkait dengan tindakan kekerasan yang mungkin terjadi di Amerika Serikat pada April 1999,” ujarnya, merujuk pada Pembantaian Columbine.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya. “Tindakan ini bukanlah spontan,” kata Cervantes.
Saksi mata menggambarkan situasi mencekam saat penembakan berlangsung. Seorang turis asal Los Angeles, Barak Hardley, mengaku mendengar rentetan tembakan yang terus menerus.
“Dia menembak terus menerus dan peluru-peluru itu mengeluarkan suara yang berbeda. Saya tidak tahu mengapa dia berhenti pada satu orang. Syukurlah dia berhenti.”
Halaman 2 / 2
Menanggapi insiden tersebut, Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan di seluruh situs wisata dan lokasi strategis lainnya.
“Respons negara sangat cepat dan tegas,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Claudia Sheinbaum memastikan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama menjelang pesta sepak bola dunia yang akan digelar di negaranya.
“Kita semua tahu bahwa kita belum pernah melihat hal seperti ini di Meksiko,” kata Sheinbaum. “Dari apa yang telah diindikasikan oleh jaksa, orang ini menunjukkan tanda-tanda masalah psikologis dan dipengaruhi oleh insiden yang terjadi di luar negeri.”
Ia juga mengungkapkan telah bertemu dengan pihak FIFA untuk membahas kesiapan dan logistik turnamen, yang dijadwalkan dibuka pada 11 Juni di Mexico City.
Situs Teotihuacan sendiri merupakan salah satu destinasi wisata utama Meksiko yang menarik sekitar 1,8 juta pengunjung setiap tahun. Kompleks bersejarah yang berasal dari periode 100 SM hingga 500 M itu rencananya akan kembali dibuka dengan pengamanan yang lebih ketat.
Insiden ini menambah sorotan terhadap isu keamanan di Meksiko, terutama menjelang penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di dunia yang akan menyedot perhatian global.
sumber : Reuters
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:05
01:27
Berita Terkait
Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona Hingga Akhir Musim, tapi Bisa Tampil di Piala Dunia
Sport - 7 jam yang lalu
Agen CIA Tewas di Meksiko, Operasi Rahasia Lawan Kartel Picu Ketegangan
Internasional - 22 jam yang lalu
50 Hari Jelang Kick-off, FIFA Buka Penjualan Tiket Menit Terakhir Piala Dunia 2026
Sport - 22 April 2026, 23:08
Piala Dunia 2026 Sediakan Hadiah Uang Fantastis Bagi 48 Negara Peserta
Sport - 21 April 2026, 22:44
FIFA Kecam New Jersey yang Naikkan Ongkos Transportasi 10 Kali Lipat untuk Laga Piala Dunia
Sport - 18 April 2026, 21:46