Kejuaraan Asia 2026 - Dihentikan Matsumoto/Fukushima meski Sempat Unggul, Rachel/Febi Belajar Tak Boleh Takut - Bolasport
Kejuaraan Asia 2026 - Dihentikan Matsumoto/Fukushima meski Sempat Unggul, Rachel/Febi Belajar Tak Boleh Takut
BOLASPORT.COM - Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, bertekad untuk tidak takut dengan lawan setelah kekalahan yang harus dialami pada perempat final Kejuaraan Asia 2026.
Kejutan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus berakhir di babak delapan besar Kejuaraan Asia yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, Jumat (10/4/2026).
Setelah menjegal andalan tuan rumah, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, di babak kedua, Rachel/Febi harus mengakui keunggulan jagoan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.
Fukushima/Matsumoto bukan pemain sembarangan.
Mereka menjadi bagian dari era keemasan ganda putri Jepang pada akhir dekade 2010an dengan mencapai nomor satu dunia bareng partner lama masing-masing yang terbelenggu cedera.
Perlawanan sengit sebenarnya mampu ditunjukkan Rachel/Febi dalam jumpa pertama dengan Fukushima/Matsumoto sebagai partner ini.
Pada gim kedua, kampiun Australian Open itu sempat memimpin hingga skor 6-3 walau kemudian tersusul sebelum interval.
Rachel/Febi kalah solid dalam reli walau dapat menekan. Pertahanan kuat Fukushima/Matsumoto memancing eror dari mereka sendiri.
Masih berusaha mengejar dari 10-15 menjadi 15-17, Rachel/Febi harus mengakui keunggulan Fukushima/Matsumoto dengan skor 11-21, 16-21.
"Pertandingan hari ini jadi pelajaran baru buat saya pribadi," kata Rachel setelah pertandingan melalui keterangan dari PBSI.
"Ini pertemuan pertama kami, lawan sulit dimatikan dan banyak variasi serangannya."
Febi membeberkan bahwa selain tidak mudah dimatikan, Fukushima/Matsumoto merepotkannya dan Rachel melalui serangan yang kencang dan dropshot yang menyulitkan.
"Hari ini kami mainnya tidak setenang kemarin," tambah adik pemain ganda campuran, Jafar Hidayatullah, tersebut.
Rachel mengamini. Dia merasa dirinya dan Febi bermain terlalu terburu-buru tatkala sudah bisa memimpin perolehan skor pada gim kedua.
"Kami terburu-buru dan yang terjadi di lapangan tidak sesuai rencana yang direncanakan," tukas Rachel menerangkan.
"Fokusnya kemana-mana, banyak yang harus dijaga padahal harusnya tidak perlu takut."
"Banyak yang harus di evaluasi, khususnya ketenangan. Karena lawan pemain top itu butuh berani dan kadang masih ada takut-takutnya."
Rachel/Febi perlu membiasakan diri untuk meladeni pasangan papan atas.
Bersama Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, mereka menjadi ujung tombak ganda putri pasca-perombakan total.
Indonesia masih punya harapan di ganda putri pada Kejuaraan Asia 2026.
Tiwi/Fadia akan menghadapi unggulan Jepang lainnya, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang), untuk potensi raihan medali di ajang kontinental paling bergengsi ini.
Baca Juga: Kejuaraan Asia 2026 - Raut Sedih Juara Olimpiade Merasa Terpukul karena Rachel/Febi Beri Luka