0
News
    Home Berita EPA U-20 Fadly Alberto Featured Liga Indonesia Persija Jakarta Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Kecam Insiden ‘Tendangan Kungfu’ Fadly Alberto di EPA U-20, Pelatih Persija Jakarta: Ini Masalah Serius! - Jawa Los

    2 min read

     

    Kecam Insiden ‘Tendangan Kungfu’ Fadly Alberto di EPA U-20, Pelatih Persija Jakarta: Ini Masalah Serius!



    Rabu, 22 April 2026 | 12.05 WIB

    Mauricio Souza gusar karena kerap dikritik terkait pemain baru Persija yang jarang dimainkan. (Dok: Persija)

    JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, turut menyoroti insiden tendangan kungfu yang terjadi dalam pertandingan Dewa United U-20 versus Bhayangkara FC U-20 pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20. Souza mengatakan insiden tersebut adalah masalah serius dan harus direspons dengan sanksi serius.

    Pertandingan Dewa United U-20 versus Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) lalu, menjadi sorotan tajam. Dalam pertandingan tersebut, Dewa United U-20 menang 2-1, namun sorotan justru tertuju pada kericuhan selepas laga.

    Sorotan utama tertuju pada pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto Hengga. Dalam rekaman yang beredar luar di media sosial, Alberto terekam jelas melancarkan tendangan kungfu ke arah punggung pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis.

    Insiden tendangan kungfu tersebut menyedot perhatian publik, tak terkecuali Souza. Pelatih Persija Jakarta itu menyampaikan bahwa pemain yang bersangkutan, dalam hal ini Alberto, harus mendapatkan sanksi tegas atau denda serius.

    “Tentang Dewa U-20 lawan Bhayangkara, saya sedih sekali terjadi seperti itu. Sebenarnya, saya pikir harus ada itu denda serius untuk situasi seperti itu,” kata Souza, dikutip Rabu (22/4/2026).

    Menurut Souza, insiden seperti tidak sepantasnya terjadi dalam sepak bola. Apalagi, kejadian tersebut terjadi di kompetisi level usia muda.

    “Saya pikir tidak ada alasan pemain U-20 itu tidak ada yang namanya anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan. Dan sebenarnya sangat tidak baik kalau ada perkelahian seperti itu, bisa saja ada yang terluka dengan serius,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Souza menyebut bahwa insiden tersebut adalah masalah serius. Menurutnya, protes atau komplain dalam sepak bola adalah hal wajar. Namun seharusnya tidak dibarengi dengan tindakan fisik yang berpotensi mencederai lawan.

    “Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi,” pungkas Souza.

    Sementara, Alberto sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan pihak terkait atas kejadian tersebut. Ia pun harus menerima konsekuensi besar, yakni dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20.

    Editor: Banu Adikara

    Komentar
    Additional JS