0
News
    Home Berita Featured Jay Idzes Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Kakeknya Besar di Panti Asuhan Indonesia, Jay Idzes Bertekad Pensiun Mulia: Saya Ingin 40 tahun nanti Jay Idzes Bangga pada Dirinya Sendiri - tvOne

    18 min read

     

    Kakeknya Besar di Panti Asuhan Indonesia, Jay Idzes Bertekad Pensiun Mulia: Saya Ingin 40 tahun nanti Jay Idzes Bangga pada Dirinya Sendiri


    Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes ingin pensiun dengan bangga di usia 40 tahun. Terinspirasi kakeknya yang berjuang dari panti asuhan Indonesia, ia bertekad beri dampak positif.

    • Reporter :

      Tim Sport tvonenews.com

    • Editor :

    Rabu, 22 April 2026 - 20:44 WIB

    Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes

    Sumber :

    • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

    Jakarta, tvOnenews.com - Di balik sosok kapten Timnas Indonesia yang tangguh di lini pertahanan, tersimpan mimpi-mimpi besar yang jauh melampaui batas lapangan sepak bola. Jay Idzes, bek yang kini memperkuat Sassuolo di Serie A Italia, berbicara jujur soal bagaimana ia membayangkan hidupnya satu setengah dekade ke depan.

    Saat ditanya tentang di mana ia melihat dirinya pada usia 40 tahun nanti, jawaban Jay Idzes tidak melulu soal trofi atau prestasi di atas rumput hijau. Pria kelahiran Mierlo, Belanda, 2 Juni 2000 ini justru berbicara dari sudut yang jauh lebih dalam dan personal.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Saya mungkin sudah pensiun sekitar usia itu. Saya ingin 40 tahun nanti Jay bangga pada dirinya sendiri. Bahwa dia memiliki karier yang indah, menciptakan keluarga yang luar biasa, dan memberikan dampak positif pada banyak orang," ungkap Jay dikutip dari YouTube Yukka Harlanda, Rabu (22/4/2026).

    Pernyataan itu bukan sekadar kata-kata indah tanpa akar yang kuat. Semua bermula dari kisah pilu sekaligus penuh keberanian milik sang kakek, sosok yang menjadi kompas hidup Jay hingga detik ini.

    Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes

    Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes

    Sumber :

    • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

    Kakek Jay Idzes lahir di Semarang pada 16 November 1939, tepat di masa Indonesia berada di bawah cengkeraman penjajahan Jepang. Masa kecil sang kakek penuh perjuangan keras, bahkan ia terpaksa tinggal di panti asuhan selama 10 tahun akibat kondisi sosial dan politik yang sangat sulit pada era kolonial tersebut.

    Baca Juga

    Meski hidup dalam keterbatasan yang luar biasa, semangat sang kakek tidak pernah padam. Ia bahkan harus memanjat tembok stadion hanya untuk bisa menyaksikan pertandingan sepak bola karena tidak mampu membeli selembar tiket pun. 

    Kisah itulah yang selalu diingat Jay dan menjadi bahan bakar semangatnya setiap kali ia menginjakkan kaki di lapangan. Setelah Indonesia merdeka, kakek dan nenek Jay akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Belanda demi membangun kehidupan yang lebih layak bagi keluarga mereka. 

    Dari keberanian berpindah itulah, lahirlah generasi yang kelak membawa nama Indonesia berkibar di panggung sepak bola Eropa. Warisan perjuangan itulah yang kini mendorong Jay Idzes untuk memikirkan langkah nyata setelah gantung sepatu. 

    Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes

    Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes

    Sumber :

    • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Ia tidak ingin kenangan tentang kakeknya hanya berhenti sebagai cerita yang didengar, melainkan diwujudkan dalam tindakan konkret yang menyentuh banyak jiwa.

    "Melatih, mentoring, atau bisnis. Saya sangat ingin membantu dan membimbing anak-anak muda, mungkin di Asia, Belanda, atau Italia. Kakek saya dulu besar di panti asuhan di Indonesia selama 10-11 tahun dan membangun semuanya dari nol. Saya ingin meneruskan warisan itu," tutur Jay. (fan)

    Jangan Lewatkan

    PDIP Sentil Usulan KPK soal Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol: Kebablasan, Bukan Ranah Antirasuah

    PDIP Sentil Usulan KPK soal Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol: Kebablasan, Bukan Ranah Antirasuah

    Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, menilai pembatasan jabatan ketua umum parpol yang digagas KPK melampaui kewenangan KPK dan mencederai prinsip demokrasi.

    Sempat Viral, Ini Penjelasan Komite Wasit PSSI Soal Gol Dewa United yang Disahkan saat Hadapi Persib Bandung

    Sempat Viral, Ini Penjelasan Komite Wasit PSSI Soal Gol Dewa United yang Disahkan saat Hadapi Persib Bandung

    ‎Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah gol pertama Dewa United ke gawang Persib Bandung. Gol tersebut dicetak oleh Alex Martin pada menit ke-24 pertandingan.

    Golkar Buka Peluang Capres Non-Partai, Respons Usulan KPK Soal Kaderisasi Politik

    Golkar Buka Peluang Capres Non-Partai, Respons Usulan KPK Soal Kaderisasi Politik

    Golkar buka peluang capres non-partai, respons usulan KPK soal kaderisasi politik dalam revisi UU Parpol.

    Asal-usul Julukan 'Bapak Aing' untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Simbol Kedekatan dengan Rakyat

    Asal-usul Julukan 'Bapak Aing' untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Simbol Kedekatan dengan Rakyat

    Asal-usul julukan 'Bapak Aing' untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, simbol kedekatan dengan rakyat.

    ASN Jadi Korban Penembakan KKB hingga Tewas, Bupati Ingatkan Warga Jangan Terprovokasi

    ASN Jadi Korban Penembakan KKB hingga Tewas, Bupati Ingatkan Warga Jangan Terprovokasi

    Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli merespons penembakan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Yones Yohame (35) yang ditembak oleh KKB, Selasa (21/4/2026).

    Jadi Bagian dari Mecca Route, Bandara Juanda Siapkan Layanan Fast Track untuk Jemaah

    Jadi Bagian dari Mecca Route, Bandara Juanda Siapkan Layanan Fast Track untuk Jemaah

    Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, menyediakan layanan Mecca Route untuk mempermudah proses pemeriksaan dokumen perjalanan calon jemaah haji oleh otoritas Arab Saudi pada musim haji 2026.

    Komentar
    Additional JS