Iran Mangkir dari Pertemuan FIFA Jelang Piala Dunia 2026 - Inilah
Iran Mangkir dari Pertemuan FIFA Jelang Piala Dunia 2026
KecilBesar
Drama politik kembali mewarnai sepak bola dunia. Perwakilan dari federasi sepak bola Iran absen dari pertemuan formal terbesar pemimpin sepak bola Asia di Vancouver, Selasa (28/4/2026) malam waktu setempat — pertemuan krusial yang digelar tepat sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Ketidakhadiran Iran di Kongres Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ini terjadi di hadapan Presiden FIFA Gianni Infantino. Anehnya, tidak ada satu pun diskusi formal mengenai partisipasi Iran di turnamen, atau wacana memindahkan laga mereka keluar dari Amerika Serikat akibat konflik kedua negara.
Bayang-Bayang Visa dan Konflik Geopolitik
Sumber utama keresahan datang dari masalah klasik yang kini berbalut bumbu politik: visa. Sudah lama beredar kekhawatiran bahwa delegasi Iran akan kesulitan memperoleh izin masuk untuk hadir di Kongres AFC di Vancouver, Kongres FIFA pada Kamis, hingga ajang utama Piala Dunia yang dibuka 11 Juni 2026 mendatang.
Turnamen 48 tim ini akan dihelat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Belum jelas apakah masalah visa benar-benar menjadi penyebab absennya wakil Iran. Namun ada sinyal kuat dari sebuah momen simbolis: ketika sembilan tim AFC yang lolos ke Piala Dunia diberi cinderamata kehormatan, panitia mengumumkan bahwa Iran akan menerima penghargaan tersebut "ketika mereka tiba."
Sebuah kalimat yang menggantung penuh ambiguitas — antara harapan dan ketidakpastian.
Kabar dari Tehran: Tetap Bertekad Berlaga
Meski awan gelap menggantung, juru bicara pemerintah Iran pekan lalu menegaskan bahwa timnas mereka tetap mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dengan bangga dan sukses di pertandingan-pertandingan Piala Dunia di Amerika Serikat.
Sikap FIFA pun konsisten. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menolak mengubah jadwal pertandingan Iran yang sudah ditetapkan sejak Desember tahun lalu — sebelum AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Usulan untuk memindahkan laga-laga Iran ke Meksiko juga ditolak mentah-mentah.

Pesan Diplomatik Infantino: Sepak Bola Bangun Jembatan
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin AFC, Infantino menyampaikan pesan bernuansa diplomatik. Ia mengakui dunia sedang melewati masa yang sangat sensitif, sulit, dan berbahaya dengan banyak konflik berkecamuk, dan menyebut banyak negara anggota AFC yang terdampak langsung.
Lebih lanjut, Infantino menekankan bahwa di tengah situasi seperti ini justru semakin perlu mencari cara membangun jembatan-jembatan persahabatan, atau setidaknya membangun lapangan sepak bola dan kompetisi tempat semua orang bisa berkumpul bersama.
Pernyataan yang manis di atas kertas, namun praktiknya jauh lebih rumit. Visa, sanksi diplomatik, hingga ketegangan militer adalah variabel yang tak bisa dihapus hanya dengan retorika persatuan.
Italia Tolak "Ide Memalukan" untuk Gantikan Iran
Sebelumnya, sempat beredar wacana untuk menggantikan posisi Iran di turnamen dengan negara lain — termasuk Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia. Namun Menteri Olahraga Italia secara tegas menolak ide tersebut dan menyebutnya "memalukan."
Sikap Italia ini menunjukkan ada batas etis yang tidak boleh dilanggar dalam dunia olahraga, betapapun rumitnya situasi geopolitik. Sepak bola, bagi banyak pihak, masih harus dijaga di luar arena perang dan diplomasi keras.
Iran di Grup G: Lawan Belgia, Selandia Baru, dan Mesir
Sesuai hasil drawing yang sudah ditetapkan, Iran berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Rencananya, Team Melli akan menggelar training camp di Tucson, Arizona, sebelum membuka kampanye Piala Dunia mereka.
Berikut jadwal Iran di fase grup:
- 15 Juni 2026 — Iran vs Selandia Baru di Inglewood, California (dekat Los Angeles)
- 21 Juni 2026 — Iran vs Belgia di Inglewood, California
- 26 Juni 2026 — Iran vs Mesir di Seattle (laga penutup grup)