Irak Tantang Bolivia Rebut Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 - asatunews
Irak Tantang Bolivia Rebut Tiket Terakhir Piala Dunia 2026
Timnas Irak bersiap menghadapi laga krusial melawan Bolivia dalam partai final playoff Piala Dunia 2026. Pelatih Irak, Graham Arnold, menegaskan bahwa pasukannya akan tampil habis-habisan demi mengamankan kemenangan di pertandingan penentu tersebut.
Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi skuad berjuluk Singa Mesopotamia untuk mengakhiri puasa panjang selama empat dekade. Penantian selama lebih dari 40 tahun diharapkan dapat terbayar lunas melalui laga ini, seperti dilansir dari Detik Sport.
Terakhir kali Irak merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia terjadi pada edisi 1986 di Meksiko. Kala itu, langkah mereka terhenti di fase grup setelah menelan kekalahan dari timnas Paraguay, Belgia, dan tuan rumah Meksiko.
Langkah Irak menuju laga final ini tidaklah mudah karena diwarnai kendala logistik yang cukup berat. Rombongan timnas terpaksa terbagi menjadi dua kelompok akibat penutupan jalur udara di wilayah Timur Tengah.
Kelompok pertama terdiri dari para pemain yang berkarier di luar negeri dan berangkat bersama dari Eropa. Sementara itu, kelompok kedua yang berisi pemain serta staf domestik harus menempuh perjalanan darat selama sembilan jam dari Baghdad menuju Amman, Yordania.
Rombongan domestik ini kemudian melanjutkan penerbangan sewa dari FIFA menuju Monterrey dengan transit di Lisbon, Portugal. Total waktu perjalanan yang harus ditempuh mencapai 25 jam, seperti diberitakan oleh ESPN.
Kesiapan Mental Graham Arnold
Meskipun menghadapi kelelahan akibat perjalanan jauh, Graham Arnold menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum turun ke lapangan. Pelatih asal Australia tersebut memastikan para pemainnya dalam kondisi prima saat hari pertandingan.
"Hal terpenting adalah kami harus mempersiapkan diri dengan baik. Kami harus memastikan persiapan kami sudah tepat dan para pemain dalam kondisi prima dan siap. Kemudian, barulah kami akan berjuang," ujar Arnold, dikutip dari situs resmi AFC pada Senin (30/3).
Arnold menambahkan bahwa timnya tidak memiliki mentalitas untuk sekadar bermain aman. Irak mengincar kemenangan penuh dan siap bertarung hingga menit terakhir pertandingan guna mengamankan tiket menuju turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
"Saya bisa katakan bahwa kami tidak datang hanya untuk menghindari kekalahan. Saat kami berada di lapangan, kami akan mengerahkan seluruh kemampuan kami selama 95 atau 120 menit atau berapa pun lamanya untuk memenangkan pertandingan itu," jelas Arnold.
Jadwal Pertandingan Penentu
Duel antara Irak melawan Bolivia dijadwalkan berlangsung di Estadio BBVA, Monterrey, Meksiko. Laga perebutan tiket terakhir menuju Piala Dunia 2026 ini akan digelar pada Rabu (1/4) pukul 10.00 WIB.
Pemenang dari pertandingan ini secara otomatis akan menjadi kontestan terakhir yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada Juni mendatang.
