Insiden Tendang Kungfu EPA U-20, Fadly Alberto Minta Maaf dan Siap Disanksi - Liputan6
Liputan6.com, Jakarta - Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Fadly Alberto Hengga akhirnya buka suara terkait insiden kontroversial aksi “tendang kungfu” saat menghadapi Dewa United U-20 dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026.
Dalam pernyataan resminya, Fadly menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakannya yang dinilai berbahaya dan tidak sportif di lapangan.
Dia mengaku menyesal karena perbuatannya telah merugikan banyak pihak.
“Dengan penuh kesadaran, saya memohon maaf dan sangat menyesali tindakan saya dalam pertandingan melawan Dewa United,” ujar Fadly, Selasa (21/4/2026).
Fadly secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada pemain Dewa United U-20, Raka Nurkholis, yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Dia mengakui tindakannya telah membahayakan pemain lawan.
“Saya secara pribadi meminta maaf kepada Raka Nurkholis dan seluruh tim Dewa United atas aksi saya yang tidak terpuji,” katanya.
Tak hanya kepada korban, Fadly juga meminta maaf kepada manajemen, pelatih, dan rekan setim Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20.
Dia menyadari aksinya telah mencoreng nama baik tim yang berjuluk The Guardians of Saburai.
Lebih jauh, ia menyinggung dampak yang lebih luas, termasuk terhadap citra Tim Nasional Indonesia dan persepsi publik terhadap sepak bola nasional.
“Saya juga memohon maaf kepada Timnas Indonesia dan seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat insiden ini,” ucapnya.