Imbas Kenaikan Avtur, PBSI Selektif Kirim Atlet ke Turnamen Internasional - IDN Times
Imbas Kenaikan Avtur, PBSI Selektif Kirim Atlet ke Turnamen Internasional
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Amit Rai)
- Kenaikan harga avtur membuat PBSI menghadapi lonjakan biaya operasional, terutama untuk perjalanan udara atlet dan ofisial ke turnamen internasional.
- PBSI menyesuaikan strategi dengan lebih selektif memilih turnamen serta mengoptimalkan perencanaan keberangkatan agar target prestasi tetap tercapai.
- Pertamina menaikkan harga avtur mulai 1 April 2026, dengan kenaikan rata-rata 70 persen untuk domestik dan 80 persen untuk internasional dibanding bulan sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Jakarta, IDN Times - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ikut terdampak dengan kenaikan harga avtur yang baru diumumkan. Sekretaris Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Ricky Soebagdja, mengakui kenaikan harga avtur memberikan dampak pada biaya operasional, termasuk pada keikutsertaan atlet dalam turnamen.
"Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memahami bahwa kenaikan harga avtur memberikan dampak terhadap biaya operasional, khususnya pada komponen perjalanan udara untuk keikutsertaan atlet dan ofisial dalam turnamen internasional," kata Ricky kepada IDN Times, Rabu (8/4/2026).
1. Akui berpengaruh pada perencanaan anggaran

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Ricky Subagdja di Thomas dan Uber Cup 2024 (dok. PP PBSI)
Bulu tangkis merupakan cabang olahraga yang memiliki kalender kompetisi global padat. Hingga Desember 2026 mendatang, masih tersisa 33 turnamen BWF World Tour Series yang akan digelar. Jumlah ini juga masih di luar pertandingan berlevel Challenge dan Series. PBSI menyadari, peningkatan biaya lantaran naiknya harga avtur akan memberi pengaruh kepada perencanaan anggaran dalam berkompetisi.
"Peningkatan biaya tersebut tentu berpengaruh pada perencanaan dan efisiensi anggaran. Namun demikian, PBSI tetap berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan program pembinaan dan partisipasi atlet di berbagai kejuaraan internasional," kata Ricky.
2. Penyesuaian strategi dilakukan

ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)
Ricky memastikan, PBSI akan melakukan penyesuaian strategi. Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah pemilihan turnamen yang lebih selektif untuk diikuti para atlet.
"Kami terus melakukan penyesuaian strategi, termasuk optimalisasi perencanaan keberangkatan, pemilihan turnamen yang lebih selektif, serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan target prestasi tetap dapat dicapai secara maksimal," kata Ricky.
PBSI berharap mendapatkan dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pembinaan dan prestasi bulu tangkis Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika biaya yang ada.
3. Harga avtur naik

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus jaga pasokan avtur selama hari raya (Dok.IDN Times/istimewa)
Pertamina, sebagai penyedia avtur penerbangan nasional, mengumumkan kenaikan harga yang mulai berlaku sejak 1 April 2026. Dalam pengumumannya, Pertamina menaikkan harga avtur untuk domestik per 1-30 April sebesar rata-rata 70 persen, sedangkan untuk internasional naik 80 persen (berbeda tiap bandara) dibanding harga per 1-31 Maret 2026.
Sebagai contoh, di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, harga avtur domestik per tanggal 1-31 Maret 2026 adalah Rp13.656,51 per liter. Sementara pada periode 1– 0 April 2026 harganya menjadi Rp23.551,08 per liter atau naik 72,45 persen.
Jika dibandingkan dengan harga avtur domestik rata-rata pada 2019 (saat TBA mulai diberlakukan), yaitu Rp7.970, maka kenaikannya mencapai 295 persen.
Sementara itu, untuk internasional, harganya naik dari 0,742 dolar AS per liter menjadi 1,338 dolar AS per liter atau naik 80,32 persen. Jika dibandingkan dengan 2019 (pada saat TBA mulai diberlakukan), harga avtur internasional di Indonesia adalah 0,6 dolar AS per liter, maka kenaikannya mencapai 223 persen.