0
News
    Home Berita Featured Futsal Hector Souto Piala AFF Futsal Spesial Timnas Futsal Indonesia Timnas Indonesia

    Hector Souto Minta Maaf usai Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara, Soroti Harapan Besar - inews

    3 min read

     

    Hector Souto Minta Maaf usai Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara, Soroti Harapan Besar


    Pelatih TImnas Futsal Indonesia, Hector Souto. (Foto: iNews/Aldi Chandra)

    NONTHABURI, iNews.id – Pelatih Timnas Futsal IndonesiaHector Souto, meminta maaf usai timnya gagal juara usai kalah 1-2 dari Thailand pada final Piala AFF Futsal 2026.

    Laga final yang digelar di Nonthaburi Hall, Bangkok, Minggu (12/4/2026), berakhir pahit bagi Skuad Garuda. Kekalahan tipis tersebut membuat Indonesia gagal mempertahankan gelar juara.

    Souto langsung menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Dia mengaku selalu menargetkan kemenangan di setiap pertandingan, termasuk partai final.

    “Saya minta maaf kami tidak bisa memenangkan final ini. Saya selalu fokus untuk mencoba menang, tentu saja. Tapi mempertimbangkan seluruh konteksnya, kita seharusnya merasa lebih dari sekadar bangga,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Senin (13/4/2026).

    Meski gagal juara, Souto tetap menilai performa tim layak diapresiasi. Dia menyoroti kondisi skuad yang datang dengan persiapan singkat serta banyak pemain baru.

    Menurut dia, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama saat menghadapi tim kuat seperti Timnas Futsal Thailand yang turun dengan komposisi terbaik.


    Rotasi Besar, Jadi Modal Masa Depan

    Souto menjelaskan strategi yang diterapkan dalam turnamen ini berfokus pada regenerasi pemain. Dia memberi kesempatan luas kepada banyak pemain baru untuk tampil di level internasional.

    “Ini adalah harapan bagi kami di masa depan karena pelatih mereka membawa pemain-pemain terbaik yang dia miliki. Tentu saja dia memiliki beberapa pemain cedera, tapi dia membawa ke sini pemain terbaik,” katanya.

    Dia menegaskan pendekatan tersebut berbeda dengan Thailand. Tim lawan tetap mengandalkan kekuatan utama, sementara Indonesia memilih melakukan rotasi besar.

    “Dan kami hanya mengikuti strategi kami yaitu memberikan kesempatan kepada semua orang. Empat belas pemain baru ini melakukannya dengan luar biasa,” ucapnya.

    Souto menambahkan saat ini tim memiliki kedalaman skuad yang lebih luas. Dia menyebut ada sekitar 30 pemain dalam radar tim nasional.

    Selain itu, dia juga menyinggung absennya pemain penting akibat cedera. Kondisi tersebut turut memengaruhi kekuatan tim selama turnamen berlangsung.

    Thailand sendiri menambah koleksi gelar menjadi yang ke-17 di ajang ini. Dominasi tersebut menegaskan posisi mereka sebagai tim futsal tersukses di Asia Tenggara.

    Meski gagal juara, Souto melihat hasil ini sebagai fondasi penting. Dia menilai pengalaman para pemain muda akan menjadi modal besar untuk menghadapi turnamen berikutnya.


    Komentar
    Additional JS