Hector Souto Bingung Isu Perselisihan dengan Pelatih Futsal Thailand - Readers
Hector Souto Bingung Isu Perselisihan dengan Pelatih Futsal Thailand
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, secara tegas membantah isu perselisihan antara dirinya dan Rakphol Sainetngam, nakhoda Timnas Futsal Thailand. Kabar mengenai ketegangan hubungan kedua pelatih ini dinilai Souto sebagai sesuatu yang membingungkan dan tidak berdasar, terutama setelah munculnya pemberitaan di media Thailand, seperti dilansir dari Bola.com.
Souto menyatakan bahwa ia memiliki hubungan profesional yang baik dengan semua pelatih tim nasional, termasuk Rakphol Sainetngam dan Diego Giustozzi dari Vietnam. Ia memuji kualitas para pelatih tersebut, menyebut mereka sebagai "pelatih yang sangat bagus" di berbagai ajang seperti Piala Asia 2026 dan SEA Games 2025.
Pelatih asal Uruguay ini mengaku terkejut ketika mendengar isu perselisihan yang beredar di media Negeri Gajah Putih. "Saya tidak memiliki situasi khusus dengan coach Mee, itu adalah sesuatu yang kalian ciptakan," tutur Souto.
Lebih lanjut, Souto menyampaikan kekecewaannya. "Bahkan, saya sangat terkejut bahwa media resmi Thailand memposting hal tersebut. Saya pikir itu benar-benar berita yang buruk, seperti mereka mencoba membuat sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi." Ia menambahkan bahwa ia tidak memahami alasan di balik publikasi berita tersebut oleh pers Thailand.
Pada kesempatan yang berbeda, Hector Souto juga melakukan evaluasi penting terhadap performa Timnas Futsal Indonesia setelah berhasil melaju ke babak semifinal Piala AFF Futsal 2026. Evaluasi ini dilakukan usai tim mengalahkan Malaysia dengan skor tipis 1-0 di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium pada Selasa (7/4/2026).
Evaluasi Ketenangan Tim dan Persiapan Menghadapi Australia
Meskipun berhasil meraih kemenangan dan memastikan tiket ke semifinal, Souto menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Salah satu kendala utama yang diidentifikasi adalah kurangnya kontrol permainan di beberapa situasi, di mana tim cenderung terburu-buru dalam mengambil keputusan.
"Saya pikir hari ini kami tidak bisa mengontrol permainan dalam beberapa situasi, seperti kami terlalu terburu-buru. Saya pikir kami bisa menyelesaikan lebih banyak situasi dalam set-piece, dalam serangan posisional," ujar Hector Souto, dikutip dari Indowarta.
Souto juga menyinggung masalah chemistry antar pemain yang belum optimal, kemungkinan karena kelelahan setelah pertandingan sebelumnya. Evaluasi ini menjadi krusial menjelang pertandingan penentu juara Grup B melawan Australia yang dijadwalkan pada Rabu (8/4/2026). Pertandingan tersebut tidak hanya menentukan posisi di grup, tetapi juga menjadi ajang penting untuk menguji kesiapan tim menghadapi lawan-lawan berat di semifinal.
Penjelasan Mengenai Hubungan Baik
Hector Souto menegaskan bahwa hubungannya dengan Rakphol Sainetngam dan pelatih lainnya sangat normal. Ia menghormati futsal Thailand yang telah memenangkan 16 dari 18 edisi Piala AFF, mengakui mereka sebagai favorit dalam turnamen.
"Jika kalian ingin berbicara tentang konflik, dari pihak saya tidak ada konflik sama sekali," jelas Souto. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa ia bersikap ramah dengan Sainetngam, stafnya, dan para pemain Thailand. Souto merasa isu tersebut seharusnya tidak dibicarakan, namun menyerahkan keputusan kepada media untuk mempublikasikannya.