Hasil Kejuaraan Asia 2026 - Tiwi/Fadia Kalahkan Duet Terbaik Korea, Sayangnya Ganda Campuran Indonesia Habis - Bolasport
Hasil Kejuaraan Asia 2026 - Tiwi/Fadia Kalahkan Duet Terbaik Korea, Sayangnya Ganda Campuran Indonesia Habis
BOLASPORT.COM - Indonesia menjaga peluang di ganda putri setelah kelolosan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti ke perempat final Kejuaraan Asia 2026. Kemenangan besar didapatkan.
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses melewati adangan besar pada babak kedua Kejuaraan Asia 2026.
Mereka menyingkirkan ganda putri terbaik Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee, dalam laga yang alot di Ningbo Olympic Sports Center, China, Kamis (9/4/2026).
Kedua pasangan seperti bermain catur, tidak banyak mengumbar serangan agresif tetapi pelan-pelan berusaha melumpuhkan satu sama lain dengan reli.
Daya tahan diuji dan Tiwi/Fadia mampu tampil lebih solid.
Pasangan yang telah menjadi juara di Thailand Masters ini bermain dengan sabar dengan placing yang cermat untuk mengacaukan posisi Baek dan Lee.
Kombinasi bola silang di depan net dengan lob yang menyasar ke area baseline cukup ampuh dalam membuka celah dari duet unggulan ketiga itu.
Baek/Lee sendiri bukannya gampang dimatikan. Reli-reli panjang pun mewarnai laga.
Namun, pasangan yang lebih berpengalaman itu justru kerap terjebak dengan kesalahan sendiri, lebih-lebih pada pengujung laga.
Baek/Lee bermain terburu-buru. Alih-alih membalikkan keadaan, Juara Asia dua tahun lalu ini justru kian tertinggal dari 12-13 menjadi 12-19 pada gim kedua.
Tiwi/Fadia makin berada di atas angin karena mereka lah pemenang gim pertamanya.
Kepala sempat terkena sambaran Lee So-hee, Tiwi mengakhiri perlawanan pasangan Korea lewat penempatan cerdik ke area tak terkawal di belakang Baek Ha-na.
Kemenangan 21-17, 21-16 atas salah satu favorit juara menjadi bekal bagus bagi Tiwi/Fadia untuk melangkah sejauh mungkin.
Satu ganda putri Indonesia lainnya masih bisa menyusul.
Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose masih menunggu pertandingan mereka dengan unggulan keempat, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China).
Sementara itu, nestapa terjadi di ganda campuran sebagai sektor pertama dari Indonesia yang langkahnya berakhir di Kejuaraan Dunia 2026.
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang berstatus unggulan malah tumbang dari duet anyar Korea, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong.
Tersusul di akhir pada gim pertama dan masih bisa memaksakan rubber game, peraih medali perunggu Kejuaraan Asia tahun lalu itu berakhir kalah 21-23, 22-20, 10-21.
"Hasilnya kalah padahal kesempatan menang sebenarnya cukup besar. Di gim pertama sudah unggul 20-16 jadi tersusul dan kalah itu sangat disayangkan," ucap Felisha melalui PBSI.
"Sempat bisa keluar dari tekanan di gim kedua tapi gim ketiga banyak kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Jauh, sangat jauh dari harapan."
"Sebenarnya dari awal sudah tahu pasangan Korea itu memang selalu unggul di defens, defensnya pasti kuat."
"Rencana awalnya main menyerang dan banyak di no lob, ternyata mereka cepat mengubah, mereka banyak angkat bola duluan jadi dari awal tidak mau masuk ke pola kami."
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, saat tampil pada babak kedua Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, China, 9 April 2026. (PBSI)Pil pahit juga ditelan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang tak dapat melewat pasangan nomor satu, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China).
Sempat berusaha bangkit pada gim kedua, mereka berakhir kalah dengan skor 10-21, 15-21.
"Dari pertahanan atau menyerangnya mereka sudah tahu betul akan diarahkan kemana. Kami terlalu lama untuk membaca polanya dan masih kalah sabar," ucap Nita.
Kalimat senada diucapkan Amri.
"Kami harus bisa lebih cepat adaptasi dengan pola lawan yang misalnya sudah tidak sesuai dengan rencana kami."
"Kami harus bisa semua pola permainan yang dipakai di lapangan. Itu yang masih kurang," tukas Amri menambahkan.