Hasil Grand Final Proliga 2026 - Megawati dkk Rebut Laga Perdana, Phonska Merana setelah Menang Duluan - Semua Halaman - Bolasport
Hasil Grand Final Proliga 2026 - Megawati dkk Rebut Laga Perdana, Phonska Merana setelah Menang Duluan - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 24 April 2026 | 17:36 WIB
Tim bola voli Jakarta Pertamina Enduro pada laga final pertama melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026). (WAHID FAHRUR ANNAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Tim bola voli putri, Jakarta Pertamina Enduro, berhasil mengambil kemenangan pada laga pertama babak Grand Final Proliga 2026.
Pertamina memenangkan duel atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia setelah lebih dulu menelan kekalahan pada set pembuka.
Kemenangan penting diamankan Megawati Hangestri Pertiwi dkk lewat permainan empat set dalam upaya mempertahankan gelar juara mereka.
Pertamina menang dengan skor 3-1 (19-25, 25-19, 25-19, 25-21) pada laga yang dihelat di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).
Jalannya Pertandingan
Gresik Phonska mengambil alih permainan pada set pertama sampai unggul dua angka pada technical timeout
Gresik tampil superior dengan dua penyerang asing mereka, Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko.
Set point akhirnya didapat Gresik dengan keunggulan cukup nyaman pada skor 24-19 setelah serangan Bytsenko menghasilkan block touch.
Kesalahan antisipasi pemain Pertamian di depan net menghasilkan poin kemenangan untuk Gresik Phonska.
Baca Juga: Red Sparks Kenalkan Pemain Kuota Asia Baru, Dunia Sempit saat Pintu Reuni Tertutup bagi Megawati
Set kedua, Pertamina membuka keran skor lewat service ace Tisya Amallya.
Gresik Phonska segera membalas dengan blok meyakinkan pemain muda, Geofanny Eka Cahyaningtyas.
Namun, Pertamina mampu menambah tiga angka beruntun lewat serangan Irina Voronkova yang berdiri di posisi nomor dua.
Gresik tak mau kehilangan ritme mereka, spike keras Medi Yoku berhasil menembus upaya blok Voronkova.
Kesalahan servis lebih banyak dilakukan dari kubu Gresik sehingga membuat mereka masih kesulitan untuk mengejar ketertinggalan.
Pertamina yang justru semakin solid setelah unggul empat angka pada technical timeout pertama lewat block point oleh Shindy Sasgia.
Pelatih Alessandro Lodi akhirnya harus mengambil jatah time out saat mereka tertinggal lima angka pada skor 8-13.
Masuknya Ajeng Nur Cahya sebagai serve spesialis sempat memberikan angin segar untuk memperkecil ketertinggalan menjadi dua angka.
Meski begitu, serangan Voronkova memaksa Gresik tertinggal tiga angka pada technical timeout kedua.
Megawati ikut menyumbang poin lewat spike kerasnya untuk menambah keunggulan Pertamina pada skor 20-16.
Pertamina akhirnya sukses merebut set kedua dengan skor 25-19 setelah bola serangan dari Shella Bernadetha melebar keluar.
Tim bola voli Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada laga final pertama melawan Jakarta Pertamina Enduro di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026). (WAHID FAHRUR ANNAS/BOLASPORT.COM)
Set ketiga, Pertamina kembali melesat untuk mengambil alih permainan dengan memulai unggul lima angka pada skor 11-6 sampai 18-13.
Pertamina sukses berbalik unggul setelah merebut set ketiga lewat selisih enam poin, dua angka terakhir dicatatkan oleh service ace Shindy Sasgia.
Set keempat, reli terjadi pada awal laga sampai memakan waktu 46 detik yang berhasil diakhiri spike keras Voronkova untuk membawa keunggulan 3-2.
Pertamina mendapatkan momentumnya lagi dengan unggul 8-6 pada technical timeout pertama, Voronkova menjadi pemain tersubur sejauh ini yang sudah melesakkan 30 poin.
Gresik berusaha keras untuk tetap mengimbangi permainan Pertamina saat sempat membuat skor berimbang hingga skor 12-12. Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko terus menjadi mesin pencetak poin.
Gresik bahkan sempat berbalik unggul satu angka setelah technical timeout kedua dengan skor 18-17, tetapi Voronkova benar-benar menjadi pemeran antagonis bagi tim besutan Alessandro Lodi itu.
Pertamina berbalik unggul dua angka pada momen krusial dengan skor 21-19 dan memaksa pelatih Gresik menghabiskan jatah time out.
Pertamina mengamankan match point duluan setelah Wilma Salas melepaskan serangan dengan skor 24-21. Lagi, spike memanjang Salas sukses mengakhiri laga.
Hasil tersebut membuat Pertamina Enduro hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menuntaskan laga final lebih cepat dengan sistem best of three.