Hasil Grand Final Proliga 2026 - 2 Kartu Kuning, LavAni Mengamuk Runtuhkan Daya Juang Bhayangkara Presisi - Semua Halaman - Bolasport.
Hasil Grand Final Proliga 2026 - 2 Kartu Kuning, LavAni Mengamuk Runtuhkan Daya Juang Bhayangkara Presisi - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 24 April 2026 | 21:30 WIB
Tim bola voli Jakarta LavAni Livin Transmedia pada final pertama melawan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam Grand Final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026). (WAHID FAHRUR ANNAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Tim bola voli Jakarta LavAni Livin Transmedia tampil luar biasa pada laga pertama babak Grand Final Proliga 2026.
LavAni menumbangkan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam permainan meyakinkan empat set.
LavAni menang dengan skor 3-1 (25-22, 22-25, 25-16, 25-18) dalam laga yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).
Jalannya Pertandingan
Bhayangkara Presisi menunjukkan mentalitas sebagai juara bertahan meski belum pernah menang dalam empat pertemuan musim ini melawan LavAni.
Mereka tampil solid dan bahkan selalu memimpin perolehan satu angka hingga skor 13-12.
LavAni merespons dengan membalikkan keadaan menjadi satu angka sekaligus awal kebangkitan mereka pada set pertama.
Blok yang sangat baik dari Hendra Kurniawan dalam membaca serangan quick lawan membawa LavAni unggul 14-13.
LavAni mengambil keunggulan pada technical timeout kedua dengan skor tipis 16-15 setelah servis dari Yuda Mardiansyah Putra memanjang keluar.
Bhayangkara segera kembali menyamakan skor lewat spike keras dilepaskan Rendy Tamamilanb dari posisi nomor dua.
Namun, LavAni kembali mendapatkan momentum dengan memperlebar jarak skor untuk memimpin tiga angka pada skor 20-17.
M. Malizi sebagai pemain berpengalaman menunjukkan kelasnya setelah melakukan blok ciamik saat berhasil menahan spike keras opposite Bhayangkara, Bardia Saadat.
LavAni akhirnya lebih dulu mendapatkan set point dengan selisih tiga poin setelah servis Martin Atanasov menyangkut di net.
Bhayangkara kemudian hanya membalas satu angka, LavAni sukses merebut set pertama lewat spike keras Georg Grozer.
Set kedua pertarungan sengit kembali terjadi terutama dalam persaingan posisi middle blocker dari masing-masing tim.
LavAni dengan Malizi dan Hendra, sementara Bhayangkara memiliki Yuda dan Raden Gumilar yang tak kalah solid.
Bhayangkara memaksa LavAni dalam kedudukan sama kuat sampai skor 15-15. Drama sampai terjadi di pinggir lapangan saat pelatih David Lee diganjar kartu kuning karena protes saat challenge.
LavAni kemudian unggul satu angka pada technical timeout kedua.
Meski begitu, Bhayangkara tampil kuat di lini bertahan lewat penampilan ciamik libero, Fahreza Rakha Abhinaya.
Bhayangkara terus melawan meski LavAni mulai memperlebar jarak keunggulan dengan selisih dua angka.
Bhayangkara menyamakan kedudukan lagi pada skor 20-20 lewat spike keras Bardia Saadat.
LavAni kembali mendapatkan keunggulan cuma-cuma setelah servis Martin Atanasov menyangkut net. Kesalahan yang sama juga dilakukan Boy Arnez sehingga membuat skor kembali berimbang.
Bhayangkara mengambil keputusan cerdas saat meminta challenge attack line fault. Poin serangan Grozer berhasil dianulir karena kakinya menginjak garis 3 meter saat melancarkan back attack.
Bhayangkara menyamakan kedudukan 1-1 setelah berhasil melakulan blok atas spike keras Taylor Sander dari LavAni.
Set ketiga, LavAni kembali menunjukkan kekuatan mereka sebagai tim yang belum terkalahkan sepanjang musim ini ketika unggul enam angka pada skor 20-14.
Kali ini giliran kubu Bhayangkara Presisi yang mendapatkan kartu kuning yakni Bardia Saadat yang sudah mulai frustrasi dan protes cukup keras ke wasit.
LavAni akhirnya kembali memimpin setelah memenangkan set ketiga dengan meyakinkan lewat selisih 9 poin.
Set keempat, LavAni mengamuk tanpa memberikan kesempatan untuk Bhayangkara hingga menang dengan skor telak.