Harry Kane Yakin Bayern Bisa Balikkan Keadaan di Munich - Times Indonesia
Harry Kane Yakin Bayern Bisa Balikkan Keadaan di Munich
JAKARTA – Kekalahan dramatis Bayern Munich dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 4-5 di leg pertama semifinal Liga Champions 2026, Rabu dini hari tadi belum mematahkan keyakinan Harry Kane. Penyerang asal Inggris itu justru melihat semangat juang timnya sebagai modal utama untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di Munich.
Bayern sempat berada di ambang kekalahan telak ketika PSG mencetak dua gol cepat di awal babak kedua dan memperlebar skor menjadi 5-2. Dalam situasi tersebut, tekanan jelas berada di pihak tim tamu.
Namun respons Bayern menunjukkan karakter tim elite. Gol Dayot Upamecano dan Luis Diaz dalam rentang tiga menit mengubah skor menjadi 5-4, sekaligus membuka kembali peluang mereka jelang laga penentuan.
“Kuncinya adalah siapa yang bisa memaksimalkan momen pada pekan depan,” ujar Kane. Ia menilai pertandingan leg kedua kemungkinan besar akan berlangsung dengan pola serupa, penuh peluang dan intensitas tinggi.
Kane juga menekankan pentingnya faktor kandang. “Kami akan bermain di rumah sendiri dengan dukungan suporter. Kami berharap itu bisa menjadi dorongan ekstra untuk membawa kami lolos,” katanya.
Mentalitas Jadi Pembeda
Penyerang yang mencetak gol pembuka melalui penalti itu menilai Bayern sebenarnya memiliki cukup peluang untuk mengunci pertandingan lebih awal. Namun, efektivitas di sepertiga akhir lapangan menjadi catatan evaluasi.
“Kami punya momen untuk ‘membunuh’ pertandingan lebih cepat, tapi tidak cukup klinis dalam umpan terakhir maupun penyelesaian akhir,” ujar Kane.
Meski demikian, ia melihat sisi positif dari cara timnya bangkit. “Kami bangga bisa kembali ke skor 5-4. Dalam posisi tertinggal 5-2 di kandang lawan, itu situasi yang sangat sulit. Tapi kami melawan dan kembali ke dalam persaingan.”
Secara statistik, Kane juga terus menunjukkan konsistensi. Gol ke gawang PSG membuatnya mencatat rekor sebagai pemain Inggris pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan Liga Champions secara beruntun, dengan total 13 gol musim ini.
Duel Dua Raksasa Eropa
Kane menilai laga tersebut mempertemukan dua tim dengan kualitas tertinggi di Eropa saat ini, terutama dalam aspek permainan menyerang.
“Kita melihat dua tim dengan level sangat tinggi, terutama dalam serangan, transisi, kecepatan, dan duel satu lawan satu. Ini benar-benar pertarungan dua tim terbaik,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa intensitas permainan menjadi faktor krusial. Menurutnya, Bayern mulai menemukan ritme seiring berjalannya laga dan mampu menekan PSG yang mulai kehilangan energi.
“Kami merasa semakin baik seiring waktu. Mereka mulai kelelahan. Kami hanya perlu membawa intensitas yang sama, bahkan lebih tinggi, di leg kedua nanti,” kata Kane.
Peluang Masih Terbuka
Dengan agregat sementara 5-4 untuk keunggulan PSG, peluang Bayern masih sangat terbuka. Bermain di Allianz Arena, mereka hanya membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk memastikan tiket ke final.
Melihat dinamika leg pertama yang penuh gol dan momentum yang terus berubah, leg kedua diprediksi kembali berlangsung sengit. Dalam konteks ini, efisiensi memanfaatkan peluang dan konsistensi intensitas akan menjadi faktor penentu.
Bagi Bayern, seperti ditegaskan Kane, pertarungan belum selesai, justru baru memasuki fase paling krusial. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.p