0
News
    Home Erick Thohir Fadly Alberto Featured Komdis PSSI PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Erick Thohir Kutuk Keras Aksi Brutal Tendangan Kungfu Fadly Alberto, PSSI Minta Komdis Jatuhkan Sanksi Terberat - Bolasport

    8 min read

     

    Erick Thohir Kutuk Keras Aksi Brutal Tendangan Kungfu Fadly Alberto, PSSI Minta Komdis Jatuhkan Sanksi Terberat


    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kiri), dan Yunus Nusi selaku Sekretaris Jendral PSSI (Kanan) mengutuk aksi brutal tendangan kungfu pemain di EPA. Komdis diminta beri hukuman terberat. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Ketua Umum PSSIErick Thohir, mengutuk keras aksi tendangan ala kungfu yang dilakukan pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto Hengga dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.

    Seperti diketahui, saat ini pecinta sepak bola Tanah Air dibuat geger dengan video tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto.

    Pemain yang pernah membela Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025 tersebut saat tampil di EPA Super League U-20 2025/2026 melakukan kesalahan fatal.

    Saat Bhayangkara FC menjalani pertandingan melawan Dewa United U-20 dalam laga lanjutan EPA Super League, di Stadion Citarum, Minggu (14/4/2026) terjadi insiden mengejutan.

    Fadly Alberto melakukan tendangan ke salah satu pemain Dewa United U-20, sehingga korban pun terpental.

    Tendangan yang memakan korban itu langsung menjadi sorotan dan video pun berudar luas di media sosial.

    Baca Juga: Sebelum Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Sempat Viral karena Tinggal di Rumah yang Sederhana

    Apalagi Fadly Alberto diketahui tak hanya pernah membela Timnas U-17 Indonesia saja.

    Akan tetapi, Alberto juga diketahui masuk dalam daftar skuad Timnas U-19 Indonesia yang direncanakan tampil di Piala AFF U-19 2026.

    PSSI pun tak tinggal diam setelah beredarnya video tersebut.

    Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSIYunus Nusi, pun buka suara dan mengungkapkan bagaimana Ketua Umum PSSI Erick Thohir merasa geram.

    Bahkan orang nomor satu di PSSI itu juga mengutuk keras apa yang terjadi.

    PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian pertandingan antara Dewa United dan Bhayangkara di EPA. Dan, Ketua Umum (Erick Thohir) sangat mengutuk keras atas kejadian ini serta pemain yang melakukan hal itu,” ujar Yunus Nusi sebagaimana dalam keterangan yang diterima BolaSport.com, di Jakarta, Senin (20/4/2026).

    Akibat dari tindakan Alberto tersebut, PSSI pun mengambil sikap tegas dan tak main-main.

    Yunus Nusi meminta agar pihak yang terlibat dalam kekerasan tersebut bisa mendapat hukuman terberat.

    Untuk itu, ia menegaskan PSSI meminta Komite Disiplin (Komdis) untuk bertindak tegas kepada semua pihak dan memberikan hukum terberatnya.

    PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin (Komdis) untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” tegas Yunus Nusi.

    “Dan, diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan.”

    Yunus Nusi mengatakan bahwa federasi tentu saja sangat prihatin dengan apa yang terjadi ini.

    Pasalnya, dalam kejadian ini juga ada perangkat pertandingan.

    Hingga situasi seperti ini seharusnya tak terjadi, sehingga ini akan menjadi perhatian tersendiri ke depannya.

    PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Dan tentu siapa pun yang terlibat dalam kasus ini, PSSI dan Komdis akan mengambil tindakan,” kata Yunus Nusi.

    “Dan kita juga melihat ada kelalaian perangkat pertandingan. Ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, saudara (Yoshimi) Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan edukasi, serta sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Yunus mengaku bahwa ini memang memprihatinkan karena hal seperti ini masih terjadi di sepak bola Indonesia.

    Baca Juga: Nova Arianto Gerak Cepat, Eks Timnas U-17 Indonesia Dicoret untuk Piala AFF U-19 2026 karena Tendangan Kungfu

    Untuk itu, dalam kesempatan ini, ia berharap agar situasi dan kejadian yang tak diinginkan seperti tendangan kungfu tersebut tak akan terulang kembali.

    Apalagi pemain yang terlibat juga sering menjadi andalan Timnas Indonesia, sehingga Yunus berharap kepada semua pihak agar tak ada yang emosi saat berada di lapangan.

    Ia mengingatkan semua orang untuk bisa menahan diri ketiga berada di lapangan.

    Pasalnya, ini tak hanya akan merugikan tim saja, tetapi juga bisa menghancurkan karier sang pemain sendiri.

    “Sekali lagi, kita prihatin dengan kejadian ini. Masih ada peristiwa-peristiwa seperti ini yang terjadi di pemain. Kita sangat tidak berharap,” jelas Yunus Nusi.

    “Dan kami mohon kepada pemain, apapun yang terjadi di lapangan tetap selalu bersikap jangan emosional, sabar, dan tentu ini juga akan merugikan pemain itu sendiri, termasuk merugikan klub,” tuturnya.

    Sekedar informasi, Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto bahkan tak menunggu waktu lama, dan ia langsung mencoret Fadly Alberto dari daftar pemain Timnas U-19 Indonesia.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS