0
News
    Home Dewa United EPA U-20 Featured Liga Indonesia Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Dewa United Protes Tendangan Kungfu di EPA U-20, Siap Tempuh Jalur Hukum!- detik

    6 min read

     

    Dewa United Protes Tendangan Kungfu di EPA U-20, Siap Tempuh Jalur Hukum!

    Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Pemain Bhayangkara melakukan tendangan kungfu ke arah perut pemain Dewa United setelah laga.
    Foto: Dok. Dewa United
    Jakarta -

    Insiden kekerasan terjadi di kompetisi usia muda Elite Pro Academy U-20. Dewa United memastikan akan melayangkan protes resmi sekaligus menempuh jalur hukum terkait kasus tendangan kungfu yang menimpa pemainnya.

    Peristiwa itu terjadi saat laga Bhayangkara FC melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Aksi tidak sportif terjadi setelah pertandingan, ketika seorang pemain Bhayangkara melakukan tendangan keras ke arah perut pemain Dewa United.

    Dalam foto yang beredar, korban terlihat mengalami luka di bagian wajah. Selain itu, korban juga dikabarkan mengalami dislokasi bahu akibat insiden tersebut.

    Presiden Dewa United Ardian Satya mengecam keras kejadian tersebut dan menilai tindakan itu tidak bisa dibenarkan, terlebih terjadi di level pembinaan.

    Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Pemain Bhayangkara melakukan tendangan kungfu ke arah perut pemain Dewa United setelah laga.Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20. Foto: Dok. Dewa United

    "Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pembinaan," kata Ardian Satya dalam keterangannya, Senin (20/4).

    "Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan. Apalagi itu dilakukan oleh pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjadi panutan dan mampu menjaga situasi tetap kondusif," ujarnya menambahkan.

    Dewa United menegaskan tidak akan tinggal diam. Manajemen klub akan mengambil langkah konkret agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

    Ia juga menegaskan bahwa manajemen klub tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah konkret sebagai bentuk respons atas insiden tersebut. Pelaku kekerasan harus mendapat hukuman seberat-beratnya.

    Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Pemain Bhayangkara melakukan tendangan kungfu ke arah perut pemain Dewa United setelah laga.Dewa United berencana menempuh jalur hukum untuk kasus tendangan kungfu yang bikin pemain mudanya menjadi korban. Foto: Dok. Dewa United

    Selain itu, klub berjuluk Banten Warriors tersebut juga membuka kemungkinan membawa kasus ini ke ranah hukum sebagai efek jera.

    "Manajemen Dewa United akan secara resmi melayangkan protes kepada operator liga serta mendorong adanya investigasi dan sanksi tegas. Selain itu, kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini," tutur Ardian.

    "Sepak bola Indonesia, khususnya di level akar rumput, sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Karena itu, kami menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang dan harus menjadi pelajaran serius bagi semua pihak," ucapnya.

    Insiden ini menjadi sorotan serius, mengingat kompetisi usia muda seharusnya menjadi ruang pembinaan, bukan justru diwarnai tindakan kekerasan.

    Saksikan Live DetikSore:




    (mro/krs)

    Komentar
    Additional JS