Cara Persib Menang dari Arema FC menurut Sujana: Variasi Serangan, Sabar dan Pertahanan Disiplin - Tribunnews
Cara Persib Menang dari Arema FC menurut Sujana: Variasi Serangan, Sabar dan Pertahanan Disiplin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung akan menghadapi Arema FC di pekan 29 Super League yang dimainkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau Stadion GBLA, Kota Bandung, Jumat 24 April 2026.
Pertandingan Persib vs Arema FC ini akan kick off pukul 19:00 WIB.
Mantan pemain Persib, Sujana memberikan analisanya untuk pertandingan nanti.
Ini ulasannya.
Pertandingan Persib Bandung lawan Arema FC dari dulu menjadi laga yang selalu dinanti-nanti, selain dari merebutkan poin juga sarat adu gengsi.
Bermain di kandang sendiri, hukumnya haram kalau Persib kalah.
Baca juga: PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN Persib vs Arema FC: Bojan Hodak Full Team, Joel Vinicius Ujung Tombak Arema
Bagi Persib, sekarang setiap pertandingan adalah final, sebab hanya menyisakan 6 pertandingan, dan hanya terpaut dua poin dengan Borneo yang ada di posisi kedua.
Rekomendasi Untuk Anda
Arema memang lagi bagus, tapi setiap tim yang berhadapan dengan Persib mau tim kecil juga semangat juangnya akan berlipat, apalagi ini Arema.
Tapi asal Persib konsisten, dan saya lihat main dengan siapapun sudah oke, itu berkat kepintaran Pelatih, Bojan Hodak.

Kapan pemain ini harus main, siapa yang harus didulukan main, jadi Persib asal konsisten saja.
Kini karakter bermain Persib berubah, tidak seperti dulu yang terus-menerus menyerang.
Sekarang titik-titik bolanya kadang dari Federico Barba, dari Thom Haye, terus ke sayap, lalu pass ke depan.
Ini yang jarang kebaca oleh lawan, kalau dulu kerap mengandalkan Ciro Alves dan David Da Silva, sekarang orang yang muncul jadi orang keduanya yang sulit dievaluasi lawan.
Sehingga di laga nanti, Persib tinggal lebih sabar, lebih tenang, dan pemain belakang harus benar-benar disiplin.
Kadang ada eror, seperti saat imbang lawan Dewa United 2-2, bola yang harus dicrosing tapi masih didorong, ada handball tapi gimana wasit yang menentukan di lapangan.
Jadi harus meminimalisir kesalahan walau pasti ada kesalahan di setiap pertandingan, dan pasti itu dievaluasi oleh Bojan.
Selain itu di laga kemarin, bola keluar tapi ya susah ini di Liga Indonesia. Intinya Persib harus fokus kalau memang wasit belum niup peluit kejar saja terus. Kemarin dibiarin semua gak konsentrasi dan gol.
Tapi saya acungkan jempol kepada semua pemain Persib kemarin sudah kalah 2-0, semangat juangnya rasa tanggung jawabnya semua pemain, dari penjaga gawang ke depan benar-benar. Tanggung jawab ada, tak mau kalah, dan saling bahu-membahu nya terlihat benar-benar dan akhirnya imbang 2-2.
Maka Persib jangan sampai keganggu non teknis, Persib harus terus fokus ke pertandingan. Yang namanya di atas, apalagi back to back juara mau hatrick, mempertahankan itu lebih susah. Lebih mudah mengejar, tapi kata Bojan Persib sudah di atas justru yang di bawah yang punya beban.
Selain itu yang harus diantisipasi saat Persib terus menyerang, ada serangan balik dari Malang, itu harus benar-benar diantisipasi.
Walaupun memang saat Barba ke depan ada Klok yang mundur atau siapa, gantian. Sebab kalau ada tendangan penjuru semua pemain belakang pasti ke depan, lalu di belakang ada Beckham ada Eliano, ini harus diantisipasi.
Kalau lihat Arema cara bermainnya tak sebagus Persija, kecepatannya biasa-biasa, tapi harus fokus benar-benar disiplin karena Persija juga kalah oleh Arema 0-2. Sebab di sepak bola seperti itu, maka Persib harus konsisten fokus ke pertandingan.
Lupakan pertandingan yang lalu, intinya Persib harus konsisten, tanggung jawab, disiplin, fokus konsentrasi ke pertandingan karena jalau non teknis di lapangan, pasti ada.
Setiap pertandingan adalah final, bagaimana caranya harus dapat tiga poin, untuk kembali meraih gelar juara.