Belum Juga Dinaturalisasi, Calon Striker Timnas Indonesia Ini Sudah Mimpi ke Piala Dunia 2030 - tvOneNews
tvOnenews.com - Kebutuhan akan sosok striker tajam kembali menjadi sorotan usai Timnas Indonesia menuntaskan kiprah di FIFA Series 2026.
Meski menunjukkan perkembangan signifikan, satu pekerjaan rumah masih belum terselesaikan: lini depan yang belum cukup klinis.
Skuad asuhan John Herdman sempat tampil meyakinkan dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Namun, mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah 0-1 dari Timnas Bulgaria di partai final.
Secara permainan, Timnas Indonesia mendapat banyak pujian. Organisasi tim terlihat lebih rapi, transisi berjalan baik, dan mental bertanding meningkat.
Namun, efektivitas di depan gawang masih menjadi titik lemah.
Ketergantungan pada Ole Romeny sebagai ujung tombak utama dinilai belum cukup untuk bersaing di level internasional.
Sementara itu, opsi lain seperti Ramadhan Sananta masih belum mampu memberikan kontribusi konsisten.
Kondisi ini membuat wacana naturalisasi kembali mencuat sebagai solusi jangka pendek hingga menengah.
Salah satu nama yang kini ramai diperbincangkan adalah Luke Vickery.
- instagram Luke Vickery
Striker muda berusia 20 tahun itu saat ini bermain untuk Macarthur FC di kompetisi A-League.
Performanya cukup menjanjikan. Dari 19 penampilan musim ini, Vickery mencatatkan empat gol dan satu assist, angka yang cukup baik untuk pemain muda yang masih berkembang.
Dengan tinggi 183 cm, ia memiliki profil striker modern: kuat dalam duel udara, cepat, serta memiliki naluri mencetak gol yang menonjol.
Menariknya, sinyal positif datang langsung dari sang pemain. Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan pelatih Timnas Indonesia.
"Saya pasti akan terbuka untuk itu (membela Timnas Indonesia) dan tentunya sangat menarik berada di tim nasional. Bermain di depan puluhan ribu suporter Indonesia. Saya pikir itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya pasti akan mempertimbangkannya," kata Luke Vickery.
"Ya, saya sudah kontak dengannya. Kita sudah bicara beberapa kali dan saya suka visinya dengan Timnas Indonesia. Ya, itu akan sangat menarik," imbuhnya.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi publik sepak bola Indonesia yang berharap adanya tambahan daya gedor di lini depan.
Tak hanya tertarik bergabung, Vickery juga membawa ambisi besar. Ia ingin menjadi bagian dari sejarah Timnas Indonesia.
"Mungkin suatu hari nanti, jika saya datang dan mewakili Indonesia, saya akan senang dan ingin membantu masuk ke Piala Dunia pertama untuk Indonesia," pungkas Luke Vickery.
Ambisi tersebut sejalan dengan proyek jangka panjang PSSI yang tengah membangun tim kompetitif untuk menembus panggung dunia, termasuk target tampil di Piala Dunia 2030.
Jika proses naturalisasi benar-benar terwujud, kehadiran Luke Vickery berpotensi menjadi solusi penting bagi lini depan Timnas Indonesia.
Dengan usia yang masih 20 tahun, ia memiliki waktu panjang untuk berkembang dan beradaptasi dengan gaya permainan tim.
Selain itu, pengalaman bermain di liga luar negeri menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas skuad.
Kini, bola ada di tangan PSSI. Apakah akan segera bergerak mengamankan jasa Vickery, atau masih mencari opsi lain?
Yang jelas, kebutuhan akan striker tajam semakin mendesak.
Jika ingin bersaing di level Asia, bahkan dunia, Timnas Indonesia membutuhkan sosok finisher yang benar-benar mematikan di depan gawang.
Dan untuk saat ini, nama Luke Vickery menjadi salah satu harapan yang paling realistis.
(tsy)