Belum Juga Digelar, Media Vietnam Sudah Takut Satu Grup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 - tvOneNews
tvOnenews.com - Bayangan berat sudah mulai menghantui Vietnam, bahkan sebelum undian resmi digelar.
Sejumlah media di negara tersebut terang-terangan memprediksi skenario paling sulit yang bisa mereka hadapi di Piala Asia 2027, termasuk kemungkinan satu grup dengan Timnas Indonesia dalam apa yang mereka sebut sebagai “grup neraka”.
Turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi ini akan diikuti 24 tim terbaik Asia.
Asia Tenggara sendiri mengirim empat wakil: Indonesia, Vietnam, Timnas Thailand, dan Timnas Singapura.
Format pembagian grup dari AFC akan menggunakan sistem pot berdasarkan ranking FIFA.
Setiap grup nantinya diisi satu tim dari masing-masing pot, yang membuka peluang pertemuan tim-tim kuat sejak fase awal.
Saat ini, Timnas Indonesia berada di Pot 4 bersama tim seperti Kirgistan, Korea Utara, dan Kuwait. Sementara Vietnam menempati Pot 3.
Di sisi lain, Pot 1 dihuni raksasa Asia seperti Timnas Jepang, Timnas Iran, Timnas Korea Selatan, hingga Timnas Australia.
Kombinasi lintas pot inilah yang memunculkan potensi grup super berat—dan mulai membuat media Vietnam waspada.
Media Vietnam, Tien Phong, secara khusus menyoroti kemungkinan terburuk yang bisa dihadapi tim mereka.
"Dalam skenario terburuk, tim asuhan pelatih Kim Sang-sik bisa tergabung dalam satu grup dengan Jepang, Qatar, dan Indonesia di putaran final Piala Asia 2027."
"Dengan Indonesia dan Korea Utara berada di grup unggulan keempat, kemungkinan terbentuknya grup maut di Piala Asia 2027 sangat tinggi."
"Timnas Vietnam juga menghadapi skenario tersebut jika mereka tergabung dalam grup bersama Korea Utara atau Indonesia," tulis Tien Phong.
Menariknya, mereka juga menilai posisi Indonesia di ranking FIFA belum mencerminkan kekuatan sebenarnya.
"Indonesia saat ini berada di peringkat 122 FIFA, tetapi posisi ini tidak secara akurat mencerminkan kekuatan tim ini," tulis Tien Phong.
"Ketika Indonesia sepenuhnya mengumpulkan skuad pemain yang saat ini bermain di luar negeri, kekuatan mereka sangat berbeda dibandingkan ketika mereka menggunakan tim yang sebagian besar terdiri dari pemain lokal untuk pertandingan persahabatan yang tidak berarti dan kompetisi yang kurang penting."
Kekhawatiran yang sama juga disuarakan media Vietnam lainnya, Tuoi Tre.
"Timnas Vietnam tidak akan menghadapi China atau Thailand di babak penyisihan grup," tulis Toui Tre.
"Sebaliknya, tim asuhan pelatih Kim Sang-sik itu mungkin harus menghadapi Indonesia atau Singapura."
"Grup terberat yang mungkin dihadapi Vietnam adalah bersama Jepang, Qatar, dan Indonesia (atau Korea Utara)," tambahnya.
Penilaian tersebut bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, performa Timnas Indonesia memang mengalami lonjakan signifikan.
Keberadaan pemain diaspora yang merumput di Eropa, ditambah peningkatan performa di ajang internasional seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, membuat Indonesia kini tampil lebih kompetitif.
Bahkan, Indonesia berhasil memastikan tiket ke Piala Asia lebih cepat dibanding beberapa tim lain di kawasan.
Jika skenario “grup neraka” benar-benar terjadi, duel antara Indonesia dan Vietnam dipastikan menjadi salah satu laga paling panas di fase grup.
Rivalitas kedua tim dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, baik di level senior maupun kelompok umur.
Pertemuan mereka kerap berlangsung ketat dan sarat tensi tinggi.
Meski semua masih sebatas prediksi, satu hal sudah jelas: tekanan mulai terasa bahkan sebelum undian dilakukan.
Dengan komposisi pot yang ada, peluang terciptanya grup berat memang terbuka lebar.
Kini, publik Asia hanya tinggal menunggu hasil undian resmi—yang bisa saja mengubah kekhawatiran menjadi kenyataan.
Jika benar terjadi, “grup neraka” bukan sekadar wacana, melainkan ujian nyata bagi ambisi Timnas Indonesia dan Vietnam di panggung Asia.
(tsy)