Barcelona Keok di Liga Champions, Hansi Flick Protes Wasit: Apa Gunanya VAR? - Bolasport
Barcelona Keok di Liga Champions, Hansi Flick Protes Wasit: Apa Gunanya VAR?
BOLASPORT.COM - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memprotes sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya ketika dikalahkan Atletico Madrid.
Tampil sebagai tuan rumah pada leg pertama perempat final Liga Champions, Barcelona keok di tangan Atletico Madrid, Rabu (8/4/2026) waktu setempat.
Di Camp Nou, anak asuh Hansi Flick menyerah dua gol tanpa balas setelah menyudahi pertandingan dengan 10 pemain.
Barca kehilangan bek Pau Cubarsi sejak menit ke-44. Bek remaja 19 tahun itu diusir wasit Istvan Kovacs akibat mendapatkan kartu merah.
Cubarsi menjadi orang terakhir yang menjatuhkan Giuliano Simeone saat memiliki peluang mencetak gol.
Kontak yang dilakukan Cubarsi memang tampak ringan sehingga wasit awalnya cuma memberi dia kartu kuning.
Namun, setelah mendapatkan instruksi dari ruang kontrol VAR, Kovacs mengevaluasi layar dan merevisi keputusan. Kartu kuning Cubarsi diubah menjadi kartu merah langsung.
Meskipun tampak ringan, Kovacs menganggap sentuhan Cubarsi cukup untuk membuatnya menjatuhkan Simeone dengan pelanggaran fatal.
Tayangan lambat memperlihatkan kaki kiri Simeone terkena paha Cubarsi saat benturan terjadi sehingga dia kehilangan keseimbangan.
Ini baru kontroversi pertama yang dinilai Flick merugikan Barcelona.
Kejadian kedua adalah soal dugaan handball bek Atletico, Marc Pubill, saat mengambil bola yang dioper kiper Juan Musso.
Awalnya Musso tampak hendak melakukan tendangan ke gawang yang diberikan kepada Pubill di sisi kanannya.
Pubill malah menghentikan bola pakai tangan, lalu dia yang melakukan tendangan ke gawang dengan mengopernya balik kepada Musso.
Los saques de portería de Musso los hace desde el centro del área pequeña, revisad 1T y como referencia un tiro de escorzo de Rashford que se va fuera.
— ???????? ???????????????????? ???????? ???????????????????? (@GloboIcaro) April 8, 2026
Claramente saca a Pubill con intención de jugarle en corto. Lenguaje corporal clarísimo y que se repite en 1T un par de veces. pic.twitter.com/6PrFgbSJvD
Adapun insiden ketiga menyangkut keputusan Kovacs tidak memberi kartu kuning kedua bagi gelandang Atletico, Koke.
Sang kapten Los Rojiblancos melanggar Dani Olmo pada menit ke-31 yang membuahkan kartu kuning.
Beberapa menit kemudian, Koke melanggar Lamine Yamal dengan menendang tulang keringnya sampai wonderkid Barca itu terjatuh kesakitan.
Namun, pelanggaran kedua tersebut lolos dari kartu kuning kedua. Koke tetap bisa tampil sampai kelar pertandingan.
"VAR sangat bias memihak Atletico. Wasitnya (VAR) orang Jerman, terima kasih Jerman," kata Flick sarkastis menyoal keputusan wasit VAR yang juga kompatriotnya, Christian Dingert.
"Saya tidak tahu mengapa VAR tidak mengintervensi itu (handball Pubill). Menurut saya ini sungguh tak masuk akal."
"Kita semua bisa melakukan kesalahan, tapi apa gunanya VAR? Saya tidak mengerti."
"Seharusnya itu menyebabkan penalti, kartu kuning kedua, dan kartu merah. Ini tidak bisa diterima."
تخيل بهذه اللقطة كوكي لديه بطاقة صفراء ولم يطرد!!!!!!!!!! pic.twitter.com/1EgFcNA6ws
— mustafa delw (@MustafaDelw) April 8, 2026
Soal kartu merah Cubarsi, Flick berkomentar, "Saya ragu apakah sentuhan Cubarsi cukup keras untuk mendapat kartu merah."
Dalam pertandingan itu, Barca memang tampil dominan dalam segi statisik pertandingan atas Atletico Madrid.
Terutama sebelum kartu merah, armada Flick memiliki sejumlah peluang apik dari Marcus Rashford dkk, termasuk golnya yang dianulir karena offside.
Akan tetapi, Atleti berhasil memanfaatkan celah selepas unggul jumlah pemain.
Tendangan bebas yang didapat akibat pelanggaran Cubarsi dieksekusi secara brilian oleh Julian Alvarez.
Pada babak kedua, derita tuan rumah bertambah karena gol kedua Atleti yang dicetak bomber raksasa Norwegia, Alexander Sorloth.
Kalah 0-2, Barcelona dalam posisi buruk. Mereka harus membalikkan kedudukan dengan menang minimal 3-0 pada leg kedua di Metropolitano, Selasa (14/4/2026).
Ihwal misi remontada, Hansi Flick tetap menyimpan keyakinan terhadap pemainnya.
"Kami bermain bagus dan memberikan segalanya, tapi kami tidak beruntung," ucapnya, dikutip BolaSport.com dari Mundo Deportivo.
"Ini belum berakhir. Semifinal mungkin terlihat jauh, tapi kami akan berusaha," lanjut eks pelatih sukses Bayern Muenchen.