0
News
    Home Berita Desak Made Rita Kusuma Dewi Featured Juara Panjat Tebing Rekor Spesial

    Atlet Panjat Tebing Indonesia Pecahkan Rekor Asia 6,078 Detik di Tiongkok - Tagar

    5 min read

     

    Atlet Panjat Tebing Indonesia Pecahkan Rekor Asia 6,078 Detik di Tiongkok

    Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah) berdiri di podium tertinggi usai meraih medali emas pada nomor speed putri Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026 di Meishan, Tiongkok, Kamis (9/4/2026). Ia mencatatkan waktu 6,078 detik sekaligus memecahkan rekor Asia. (Tangkapan Layar Youtube)

    Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, tampil gemilang dengan memecahkan rekor Asia 6,078 detik sekaligus meraih medali emas pada nomor speed putri di Kejuaraan Panjat Tebing Asia 2026 di Meishan, Tiongkok.

    Tagar.co – Sorak sorai menggema dari siaran langsung akun YouTube World Climbing Asia saat atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, melesat di dinding panjat dengan kecepatan luar biasa.

    Pada ajang The World Climbing Asia Championship Meishan 2026 yang berlangsung di Meishan, Tiongkok, Kamis (9/4/2026), Rita mencatatkan waktu fantastis 6,078 detik, sekaligus memecahkan rekor Asia. Catatan ini melampaui rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh Aries Susanti Rahayu, yakni 6,995 detik, yang dibuat pada IFSC Climbing World Cup Xiamen 2019.

    Baca juga: Dari Panjat Pagar ke Podium Tertinggi SEA Games, Kisah Medali Emas Siswi Smamsatu Gresik

    Rita, sapaan akrabnya, tidak hanya tampil cepat, tetapi juga nyaris sempurna. Setiap gerakan dilakukan dengan presisi tinggi, seolah ia telah menghafal setiap pijakan di dinding panjat.

    Sebelumnya, pada babak semifinal, ia sudah mengguncang arena dengan catatan 6,15 detik, yang saat itu langsung ditetapkan sebagai rekor Asia. Namun, pencapaian tersebut belum memuaskannya.

    Di babak final kategori Women’s Speed, Rita kembali mempertajam catatannya menjadi 6,078 detik, memastikan medali emas sekaligus menegaskan dominasinya di nomor kecepatan putri dengan memecahkan rekornya sendiri. Dua atlet tuan rumah, Zhou Yafei dan Qin Yumei, harus puas menempati posisi berikutnya.

    Perjalanan Panjang dari Singaraja

    Kesuksesan Rita tidak diraih secara instan. Lahir pada 24 Januari 2001, ia mulai mengenal panjat tebing sejak duduk di kelas 2 SD setelah diajak mengunjungi dinding panjat di Taman Kota Singaraja, Buleleng.

    Dari rasa penasaran sederhana, tumbuh ketekunan yang mengantarkannya menjadi salah satu atlet terbaik dunia. Sejak kecil, ia telah mewakili Bali dalam berbagai kejuaraan, membangun fondasi mental juara yang kini terlihat semakin matang.

    Atlet Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi (kiri) saat berlaga di babak final nomor speed di Meishan, Tiongkok, dengan torehan rekor Asia 6,078 detik yang mengantarkannya meraih medali emas. (Tangkapan Layar Youtube)

    Dari Level Nasional ke Panggung Dunia

    Prestasi Rita terus menanjak dari tahun ke tahun. Di tingkat nasional, ia menyumbangkan dua medali emas pada Kejurnas Kelompok Umur 2018 di Riau. Pada PON XX Papua, ia kembali mempersembahkan emas dengan catatan waktu 7,01 detik.

    Di kancah internasional, Rita menembus empat besar pada Asian Youth Championships 2018 serta tampil impresif di IFSC World Cup Villars 2021. Puncaknya, ia menorehkan sejarah sebagai Juara Dunia 2023 pada IFSC World Championships di Bern, Swiss.

    Namun, Meishan menghadirkan cerita yang berbeda. Di ajang ini, Rita tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga melampaui batas kemampuannya sendiri. Rekor Asia yang ia pecahkan menjadi simbol evolusi seorang atlet yang terus berkembang dan berani menantang batas.

    Leonardo Veddriq Sumbang Perunggu

    Di nomor putra, persaingan tak kalah sengit. Atlet Indonesia Leonardo Veddriq berhasil meraih medali perunggu pada kategori Men’s Speed Final. Sementara itu, medali emas dan perak diraih oleh atlet Tiongkok, Chu Shouhong dan Zhou Ziyu.

    Kemenangan Rita di Meishan bukan sekadar pencapaian individu, tetapi juga penegasan bahwa Indonesia tetap menjadi kekuatan besar dalam olahraga panjat tebing dunia. Di balik catatan waktu enam detik tersebut, tersimpan perjalanan panjang, kerja keras, serta mimpi yang terus dipanjat hingga mencapai puncak tertinggi. (#)

    Jurnalis Naimul Hajar Penyunting Mohammad Nurfatoni


    Komentar
    Additional JS