0
News
    Home Berita Featured Moto3 MotoGP Spesial Veda Ega Pratama

    Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Podium Moto3 Brasil, Siap Lanjutkan Tren Positif di Amerika - PONTIANAK POST

    4 min read

     

    Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Podium Moto3 Brasil, Siap Lanjutkan Tren Positif di Amerika

    Veda Ega Pratama

     

    PONTIANAK POST - Indonesia kembali menorehkan sejarah di kancah balap dunia. Pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, finis di posisi ketiga (P3) pada ajang Moto3 Grand Prix Brasil. Capaian ini menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di level tersebut.

    Prestasi itu bukan hasil instan. Veda tumbuh dari proses pembinaan panjang sejak usia dini, termasuk tempaan di Sirkuit Internasional Mandalika. Ia mulai merasakan atmosfer kompetisi di sirkuit tersebut sejak 2021 melalui ajang Asia Talent Cup sebagai wildcard.

    Pada musim 2022, Veda kembali tampil dan mencatatkan kemenangan ganda di Mandalika. Puncaknya, ia keluar sebagai juara Asia Talent Cup 2023. Ia juga aktif di Mandalika Racing Series (MRS), turun di kelas 250cc pada 2023 sebelum naik ke kelas 600cc pada 2024.

    Langkahnya berlanjut ke level internasional. Veda meraih posisi runner-up pada Red Bull Rookies Cup 2025—sebuah pijakan penting sebelum menembus ajang Moto3. Rangkaian kompetisi yang diikutinya menjadikan Mandalika sebagai bagian krusial dalam pembentukan kariernya.

    Penguatan jalur pembinaan ini turut didukung ekosistem motorsport di Mandalika. InJourney bersama ITDC dan MGPA menghadirkan program pembinaan berjenjang, salah satunya melalui Mandalika Racing Series yang berkolaborasi dengan Pride Motorsport untuk menjaring dan mengembangkan pembalap muda menuju level global.

    Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda Ega Pratama yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney berperan sebagai bagian dari sistem pendukung yang terus mendorong pembalap Indonesia bersaing secara global,” ujarnya, Selasa (24/3).

    Ia menambahkan, dukungan itu diwujudkan melalui pembangunan dan penguatan ekosistem motorsport nasional, termasuk kehadiran Sirkuit Internasional Mandalika sebagai lintasan berstandar internasional. Infrastruktur ini memberi ruang bagi pembalap Indonesia untuk meningkatkan kesiapan teknis, mental, dan daya saing.

    Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai capaian Veda menjadi bukti keberhasilan Mandalika sebagai ekosistem sportainment. “Tidak hanya menghadirkan ajang kelas dunia, tetapi juga melahirkan talenta motorsport Indonesia yang mampu bersaing secara global,” katanya.

    Ia menambahkan, kehadiran Veda pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

    Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyebut podium Veda di Brasil sebagai bukti efektivitas pembinaan berjenjang. “Kami optimistis kehadirannya di MotoGP Indonesia 2026 akan menginspirasi sekaligus memperkuat kebangkitan motorsport nasional,” tandasnya.

    Di sisi lain, hasil di Brasil juga menjadi bekal berharga bagi Veda menghadapi balapan berikutnya di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat. “Balapan berikutnya di Amerika akan jadi trek baru bagi saya, tapi saya akan terus belajar dan melakukan yang terbaik,” ujar Veda.

    Momentum positif juga dirasakan pembalap Indonesia lainnya, Mario Aji. Di kelas Moto2, ia meraih poin perdana musim ini dengan finis ke-13 di Brasil. Meski sempat bersaing di grup 10 besar sebelum kehilangan grip ban di akhir lomba, hasil tersebut menjadi pijakan untuk tampil lebih baik di COTA.

    Mario bahkan punya catatan positif di sirkuit tersebut. Musim lalu, ia finis di posisi kesembilan—hasil terbaiknya sejak naik ke kelas Moto2 pada 2024. “P13 bukan hasil yang buruk. Saya ingin memanfaatkannya untuk membangun kepercayaan diri dan kembali lebih kuat,” ujar Mario. (jpc)


    Komentar
    Additional JS