0
News
    Home Berita Featured Liga Indonesia Persija Jakarta PSM Makassar Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League VAR

    VAR Mati Saat Persija vs PSM, Ketua Panpel Ungkap Penyebab Sebenarnya - Bolasport.

    5 min read

     

    VAR Mati Saat Persija vs PSM, Ketua Panpel Ungkap Penyebab Sebenarnya - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Selasa, 3 Maret 2026 | 20:30 WIB

    KPetua Panitia Pelaksana Persija Jakarta, Tauhid Indrasjarief atau kerap disapa Bung Ferry, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, Selasa (3/3/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Beberapa waktu lalu pada saat laga Persija Jakarta melawan PSM Makassar, pertandingan digelar tanpa adanya Video Assistant Referee (VAR).

    Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief, membeberkan penyebab utamanya.

    Bung Ferry mengakui bahwa insiden tersebut sempat memicu tanda tanya besar di kalangan suporter dan pengamat sepak bola.

    Mengingat peran VAR yang krusial dalam membantu wasit mengambil keputusan penting selama pertandingan.

    Bung Ferry menegaskan perangkat VAR bukan sepenuhnya berada di bawah kendali panitia pelaksana klub.

    Menurutnya, tugas Panpel adalah memastikan seluruh fasilitas pendukung siap agar sistem dapat berjalan dengan baik.

    "Sebetulnya begini, VAR itu alatnya bukan dari kita. Peralatannya memang sudah disediakan."

    Baca Juga: Hasil All England Open 2026 - Teror An Se-young Dekati Putri KW, Juara Bertahan Jaga Martabat dengan Pembantaian 27 Menit

    "Tugas dan kewajiban kami adalah menyiapkan semua pendukungnya supaya VAR bisa berjalan, mulai dari genset, listrik, sampai ruangan khususnya,” ujar Bung Ferry kepada awak media termasuk BolaSport.com.

    Ia menjelaskan bahwa sebelum pertandingan dimulai, sistem VAR telah melalui tahap uji coba dan dinyatakan berfungsi normal.

    Namun dalam pelaksanaannya, terjadi kendala teknis yang berada di luar kewenangan panitia lokal.

    "Ketika dicoba sebelumnya masih bisa berjalan."

    "Tapi saat pertandingan berlangsung, ternyata hanya bertahan sekitar dua jam lalu mati."

    "Kalau memang servernya mati, seperti informasi yang kami terima, itu sudah di luar kuasa kami,” ucap Bung Ferry.

    Pria asal Jakarta itu juga menyoroti satu faktor lain yang dinilai turut memengaruhi stabilitas perangkat, yakni stadion yang berpindah-pindah.

    Baca Juga: Kesaksian Pembalap KTM Berjibaku Kalahkan Veda, 4 Pembalap Duel Gila-gilaan untuk Podium

    Ia menyebut mobilitas alat VAR dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi sistem.

    "Stadion kami kan berpindah-pindah. Otomatis alat VAR juga ikut berpindah."

    "Kalau kami punya stadion yang menetap, mungkin kami bisa meminta satu ruangan permanen untuk menempatkan perangkat VAR, sehingga tidak perlu bongkar pasang lagi,” jelas Bung Ferry.

    Menurutnya, penempatan alat secara permanen berpotensi meminimalkan risiko gangguan teknis karena sistem tidak terus-menerus dipindahkan.

    Meski demikian, Bung Ferry memastikan pihaknya telah menjalankan seluruh kewajiban sesuai regulasi.

    Ia menegaskan Panpel Persija berkomitmen melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan berikutnya.

    “Kami sudah menyiapkan semua yang menjadi tanggung jawab kami."

    Baca Juga: Kalah 4 Kali Beruntun, Suporter PSM Makassar Serbu Lapangan Usai Dibungkam Persita Tangerang

    "Tapi kalau ada gangguan pada server atau perangkat inti, itu memang di luar kendali panitia pelaksana,” pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS