Ultras Malaya Gelar Demonstrasi di Markas Federasi Malaysia soal Skandal Naturalisasi Palsu - Superball
SUPERBALL.ID - Banyak penggemar sepak bola Malaysia melakukan protes di depan markas besar Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk mengecam pemalsuan dokumen bagi pemain naturalisasi.
Menurut laporan Stadium Astro, kelompok penggemar Ultras Malaya hadir untuk mengorganisir protes damai terhadap kepemimpinan FAM.
Sebelumnya, juga di markas FAM, Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John, bersama dengan para pejabat sepak bola Malaysia, mengadakan konferensi pers.
Konferensi pers itu dilakukan untuk memberikan informasi tentang kasus naturalisasi palsu Timnas Malaysia.
Baca Juga: Beda dengan Kasus Timor Leste, Malaysia Tak Akan Disanksi oleh AFC?
"Di depan markas FAM, sebagian penggemar sepak bola domestik melakukan protes," tulis laporan Stadium Astro.
"Mereka menyatakan ketidakpuasannya terkait kasus tujuh pemain yang tidak memenuhi syarat, sebuah isu yang menarik perhatian internasional."
Yang perlu diperhatikan, pada 17 Maret sore waktu setempat, AFC mengumumkan bahwa Malaysia telah dinyatakan kalah dalam pertandingan melawan Vietnam dan Nepal di Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan skor 0-3.
Malaysia dinilai telah melanggar Pasal 25 Kode Disiplin AFC dan Pasal 56, yang secara jelas menetapkan bentuk-bentuk hukuman yang dapat diterapkan oleh Komite Disiplin.
Selain itu, FAM juga didenda sebesar 50.000 dolar AS (setara dengan Rp849 juta).
Sebelumnya, Windsor menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Malaysia dalam sepak bola tidak sama dengan yang dilakukan Timor Leste.
Oleh karena itu, Timnas Malaysia tidak dilarang untuk berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Asia berikutnya.
"Peraturan ini tidak memberi wewenang kepada Komite Disiplin untuk menjatuhkan sanksi di luar apa yang diizinkan," kata Windsor.
"Dalam kasus Timor Leste, pelanggaran baru ditemukan setelah turnamen berakhir."
"Setelah turnamen berakhir, Anda tidak bisa menerapkan hukuman mundur."
"Sebaliknya, hukuman harus diterapkan pada turnamen berikutnya."
"Itulah mengapa Timor Leste dilarang berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Asia berikutnya."
Sementara itu, situasi untuk Timnas Malaysia berbeda.
Menurut Windsor, masalah yang melibatkan tujuh pemain tersebut ditemukan saat turnamen masih berlangsung.
"Tidak bisa dikatakan bahwa kasus Timor Leste dan FAM sama, karena konteksnya sangat berbeda," tegasnya.
Terkini di hadapan Wisma FAM. Segelintir penyokong bola sepak negara turun ke Kelana Jaya menyuarakan rasa tidak berpuas hati merujuk kepada isu 7 pemain tidak sah yang turut mendapat sorotan mata dunia pic.twitter.com/n5Ob1U9gW9
— FinaNasrom (@fnasrom) March 17, 2026
Sebelumnya, AFC telah melarang Timor Leste untuk berpartisipasi dalam Kualifikasi Piala Asia 2023 setelah Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Timor Leste, Amandio de Araujo, terbukti memalsukan dokumen kewarganegaraan para pemain.
Namun, menurut Pasal 25 Kode Disiplin AFC, bentuk hukuman utama adalah pembatalan hasil pertandingan dan kekalahan 0-3 untuk tim yang melakukan pelanggaran.
Sementara itu, Pasal 56 berkaitan dengan tindakan disiplin atau denda untuk pemain dan federasi.
Berdasarkan peraturan itu, sangat mungkin Timnas Malaysia akan mengalami kekalahan 0-3 melawan Vietnam dan Nepal di kualifikasi Piala Asia.
Akan tetapi, baru-baru ini, Windsor menegaskan bahwa Malaysia tidak akan diskors.