Tifo Bergambar Orang Suci Berujung Sanksi UEFA - detik
Tifo Bergambar Orang Suci Berujung Sanksi UEFA
Klub Serbia Crvena Zvezda kena sanksi UEFA perihal tifo bergambar orang suci di tribun penonton. Hukuman itu mendapat kecaman banyak pihak.
Crvena Zvezda menjamu Lille pada pertandingan playoff 16 besar Liga Europa akhir Februari 2026. Laga yang berlangsung di Rajko Mitic Stadium itu dimenangkan Calvin Verdonk cs 2-0.
Pemandangan menarik tersaji dari tribun penggemar Crvena Zvezda. Mereka menampilkan tifo ikonografi Santo Simeon the Myrrh-Streaming, figur penting Serbia yang juga orang suci di Gereja Ortodoks Timur.
Fans juga membentangkan tulisan di bawah tifo Santo Simeon the Myrrh-Streaming. Kalimat bernuansa dukungan itu memiliki arti 'Semoga iman kami membimbing kalian menuju kemenangan'.
Menukil Telecom Asia Sport, UEFA menilai tifo yang dibuat fans Crvena Zvezda 'tidak pantas untuk sebuah acara olahraga'. UEFA pun menjatuhkan sanksi kepada klub pemilik 1 titel Liga Champions itu.
UEFA menghukum Crvena Zvezda total 95 ribu euro atas tifo bergambar Santo Simeon the Myrrh-Streaming di tribun. Crvena Zvezda juga disanksi akibat ulah fans yang melempar benda asing ke lapangan dan menyalakan kembang api.
Sanksi UEFA kepada Crvena Zvezda mendapat reaksi negatif dari penggemar. Banyak yang menilai otoritas sepakbola Eropa itu menerapkan standar ganda, mengingat pemasangan tifo bertemakan satanik tidak mendapat hukuman.
🚨 This is an absolute disgrace and a scandal! #UEFA has fined Crvena Zvezda €95,500 over this choreography!
— Based Serbia (@SerbiaBased) March 27, 2026
The largest portion €40,000 was issued for allegedly "displaying a message deemed inappropriate for a sporting event and for supposedly undermining the reputation and… pic.twitter.com/Sfxnx4gX4t
Kecaman juga datang dari anggota Parlemen Uni Eropa Tomasz Froelich. Politisi asal Jerman ini menuding UEFA lebih pro kepada kampanye anti-Kristen seperti LGBTQ.
"Kampanye Black Lives Matter dan propaganda pelangi secara proaktif dipromosikan oleh UEFA sendiri, tapi untuk pesan-pesan bernuansa Kristiani malah didenda sekitar 100 ribu euro. Satanik," Froelich menuliskan di X.
(bay/krs)