0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured PBSI Spesial

    Tata Cara Promosi Degradasi Pelatnas Ditetapkan, PBSI Berupaya Lebih Transparan - Bolasport

    7 min read

     

    Tata Cara Promosi Degradasi Pelatnas Ditetapkan, PBSI Berupaya Lebih Transparan


    Tim bulu tangkis Indonesia berpose bersama jelang keberangkatan ke Thailand untuk SEA Games 2025 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jawa Barat, 5 Desember 2025. (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Pelatnas PBSI (Pusat Perstauan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) menegaskan langkah yang transparan dalam mekanisme promosi, degradasi, dan magang bagi atlet bulu tangkis Tanah Air.

    Sebagai komitmen PBSI untuk terus membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel, mekanisme terkait promosi dan degradasi lebih diperjelas.

    Parameter apa saja yang disesuaikan telah ditetapkan melalui Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas.

    Melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur.

    Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas.

    Sebagaimana disadur dari rilis pers PBSI, program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI.

    Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki.

    Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa.

    Baca Juga: Evaluasi All England Open 2026 - Raymond/Joaquin Disorot, PBSI Akui Target Gagal Tercapai

    Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet.

    Biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung PP PBSI. Sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal.

    Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional.

    Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya capaian minimal 50 persen dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama.

    Sirkuit Nasional (Sirnas) A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara menjadi panggung-panggungnya.

    Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi perorangan di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships.

    Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis.

    Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI.

    Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi.

    Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat.

    Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI), serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet.

    Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas.

    Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI.

    Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet.

    Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI.

    Semakin terstrukturnya sistem pembinaan diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

    Baca Juga: Daftar Atlet Pelatnas PBSI 2026, Ubed Masuk Tunggal Putra Utama bersama Alwi dan Anthony Ginting

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS