Tak Boleh Ada Kesalahan! John Herdman Ungkap 15 Menit Krusial yang Bisa Buat Timnas Indonesia Hancurkan Bulgaria - Bolasport
Tak Boleh Ada Kesalahan! John Herdman Ungkap 15 Menit Krusial yang Bisa Buat Timnas Indonesia Hancurkan Bulgaria
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengeluarkan peringatan keras kepada Jay Idzes dan kawan-kawan bahwa 15 menit pertama akan menjadi kunci utama untuk meruntuhkan organisasi Bulgaria.
Timnas Indonesia menantang Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 yang bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Pertandingan ini menjadi laga penting buat Timnas Indonesia apabila ingin keluar sebagai juara FIFA Series 2026 ini.
Namun, menghadapi laga ini tak akan mudah buat tim Merah Putih.
Pasalnya, Bulgaria menjadi salah satu lawan yang tak akan mudah ditumbangkan.
Tim asuhan Aleksandar Dimitrov tersebut sebelumnya sukses mengalahkan Kepulauan Solomon dengan skro telak 10-2, pada Jumat (27/3/2026.
Saat Bulgaria pesta gol, Timnas Indonesia juga sebenarnya berhasil mencetak banyak gol ke gawang Saint Kitts and Nevis.
Skuad Garuda berhasil menang 4-0 atas tim asal Karibia, Amerika Tengah tersebut.
Namun, meski Timnas Indonesia meraih kemenangan telak dalam laga ini.
John Herdman tetap memberikan catatan khusus untuk pemain jelang lawan Bulgaria ini.
Pelatih asal Inggris ini mengatakan bahwa laga lawan Saint Kitts and Nevis juga bukan pertandingan yang mudah.
“Ya, saya rasa setiap tim itu berbeda. Menurut saya Saint Kitts and Nevis adalah tim yang sangat kacau (tidak teratur) dan Anda tidak selalu bisa menjamin struktur apa atau sistem apa yang akan mereka mainkan,” ujar John Herdman kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Stadion Madya.
“Dan terkadang, Anda bisa ikut terseret ke dalam kekacauan itu,” ucapnya.
Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut mengaku bahwa ia mengakui Kevin Diks dan kawan-kawan memang telah tampil disiplin dalam laga ini.
“Saya rasa tim kami sangat disiplin. Kami memainkan gaya permainan yang sangat disiplin untuk memastikan kami tidak terjebak dalam transisi,” kata Johhn Herdman.
Namun, pertandingan melawan Bulgaria dipastikan bakal berbeda daripada saat kontra Saint Kitts and Nevis.
Ini karena Bulgaria dinilai memiliki banyak pemain yang lebih besar dan lebih kuat.
Pemain tim peringkat ke-87 dunia tersebut dinilai memiliki gaya permainan yang sangat terorganisir dengan baik.
“Namun, Bulgaria berbeda. Mereka secara fisik adalah atlet yang lebih besar dan lebih kuat. Mereka sangat terorganisir dengan baik, dan transisi mereka jauh lebih teratur serta lebih cepat,” ungkap Herdman.
Bahkan dengan kualitas yang dimiliki oleh Bulgaria ini, John Herdman menegaskan kepada para pemainnya agar konsentrasi penuh di awal laga.
Baginya, melewati 15 menit pertama tanpa celah adalah harga mati buat Timnas Indonesia apabila ingin mengamankan kemenangan lawan Bulgaria.
“Jadi bagi kami, persiapannya adalah yang pertama, kami harus memulai pertandingan dengan lebih kuat daripada saat melawan Saint Kitts,” jelas John Herdman.
“Saya rasa saya sudah mengatakannya pada konferensi pers terakhir saya. Jika kami memulai selambat saat melawan Saint Kitts, kami akan dihukum. Dan melawan tim-tim seperti ini, tidak ada jalan untuk kembali.”
Baca Juga: Tak Berhenti Kagum, John Herdman Sejajarkan Laga Kandang Timnas Indonesia Seperti Manchester United
Menurutnya, 15 menit pertama ini akan jadi laga krusial buat tim Merah Putih.
Pasalnya, Herdman percaya apabila Beckham Putra dan kawan-kawan satu detik saja kehilangan fokus di awal pertandingan bisa berakibat fatal.
Menurutnya, melawan tim sekelas Bulgaria yang punya fisik kuat dan transisi rapi, tim dituntut bermain sempurna sejak menit awal hingga akhir.
Apalahi kedua tim dalam laga ini mengincar kemenangan, sehingga Jay Idzes dan kawan-kawan diharapkan tak mengilang kesalahan dengan memulai pertandingan secara lambat nantinya.
“Anda tahu, tim seperti Bulgaria, jika mereka mencetak gol lebih awal, mereka tahu cara menutup pertandingan (mempertahankan keunggulan),” tegas John Herdman.
“Jadi, kami harus benar-benar profesional di 10-15 menit pertama, lalu membiarkan kondisi lapangan, dukungan penggemar, kepercayaan diri, dan semangat kami menyatu, dan Anda tahu, mudah-mudahan kami bisa meraih kemenangan pertama melawan lawan dari Eropa dalam sejarah kami,” tuturnya.