0
News
    Home AFC Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Skandal Naturalisasi Malaysia dan Timor Leste Berbeda Apanya? Jawaban Kocak Sekjen AFC: Waktunya! - Semua Halaman - Superball

    4 min read

     

    Skandal Naturalisasi Malaysia dan Timor Leste Berbeda Apanya? Jawaban Kocak Sekjen AFC: Waktunya! - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Selasa, 17 Maret 2026 | 08:00 WIB

    Sekjen AFC Datuk Seri Windsor John jelaskan perbedaan skandal naturalisasi Malaysia dan Timor Leste. (NST.COM.MY)

    SUPERBALL.ID - Sekjen AFC Datuk Seri Windsor John menjelaskan alasan kasus pemalsuan dokumen naturalisasi Malaysia dan Timor Leste berbeda. 

    Angin segar untuk Malaysia yang berpotensi bebas dari ancaman sanksi AFC, kasusnya dianggap berbeda dengan yang pernah terjadi oleh Timor Leste. 

    Datuk Seri Windsor mengatakan bahwa meskipun kedua kasus ini tampak serupa tapi keadaan sebenarnya justru berbeda. 

    Menurut Windsor, perbedaan kunci dari kasus ini terletak pada waktu ditemukannya pelanggaran, sehingga tidak dapat disamakan. 

    Windsor menyebut kasus Timor Leste terungkap saat Kualifikasi Piala Asia sudah selesai dijalankan, sehingga sanksi yang dijatuhkan untuk turnamen selanjutnya. 

    Sementara kasus Malaysia, pelanggaran ditemukan saat kualifikasi sedang berjalan, inilah yang membedakan menurut Windsor John. 

    "Dalam kasus Timor-Leste, kompetisi sudah selesai sebelum pelanggaran ditemukan," kata Windsor John. 

    "Ketika kompetisi sudah berakhir dan Anda menemukan pelanggaran, Anda tidak bisa menghukum ke belakang. Anda harus menghukum ke depan."

    "Itulah mengapa Timor-Leste dilarang berpartisipasi dalam edisi berikutnya," imbuhnya.

    Baca Juga: Segrup dengan Indonesia, Malaysia Bikin Keputusan Tak Terduga Jelang ASEAN Cup U-17 2026

    Windsor pun dengan tegas menyatakan bahwa kasus Malaysia dan Timor Leste tidak dapat dikatakan sama karena situasinya berbeda. 

    "Bagi Harimau Malaya, situasinya berbeda. Masalah ini terungkap saat kompetisi masih berlangsung."

    "Anda tidak bisa mengatakan kasus Timor Leste dan kasus FAM itu sama. Situasinya tidak sama," katanya lagi. 

    Windsor John merupakan Sekjen AFC dari Malaysia, sikapnya terhadap kasus ini memang cenderung mengarah melindungi negaranya. 

    Termasuk jawaban di atas, Windsor terkesan mencari-cari alasan agar Malaysia terhindar dari sanksi berat karena pemalsuan dokumen. 

    Pelanggaran nyata dilakukan dan terbukti tapi Windsor mencoba mengalihkan fokus dari hal itu dengan penjelasan yang terkesan mengada-ada. 

    Selanjutnya Komite Disiplin AFC akan mengeluarkan putusan terhadap skandal naturalisasi Malaysia ini dan dapat diajukan banding. 

    Banding tidak hanya dapat diajukan ke Komite Disiplin AFC tetapi juga sampai ke Pengadilan CAS.

    Baca Juga: Masalah Federasi Malaysia Diperkirakan Selesai usai Piala Dunia 2026

    "Semua keputusan Komite Disiplin dapat diajukan banding," kata Windsor John lagi. 

    "Setelah diajukan banding, kasus tersebut bahkan dapat dibawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga."

    Pernyataan sekjen AFC ini mendapat banyak respons negatif, tak hanya dari dalam Negeri Jiran tetapi juga publik Asia Tenggara. 

    Banyak yang menyebut pernyataan itu mengejutkan karena tidak berdasarkan kenyataan dari pelanggaran yang dilakukan Malaysia. 

    Hal ini memicu langkah yang lebih besar, terutama pihak-pihak yang dirugikan oleh cara curang Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.

    Komentar
    Additional JS