0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Piala Asia Wanita Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Putri Iran

    Sempat Diam, Timnas Putri Iran Kini Nyanyi Lagu Kebangsaan dan Hormat - detik

    3 min read

     

    Sempat Diam, Timnas Putri Iran Kini Nyanyi Lagu Kebangsaan dan Hormat

    Foto: Albert Perez/Getty Images
    Gold Coast -

    Timnas Putri Iran terlihat menyanyikan lagu kebangsaan dan bikin gestur hormat di Piala Asia 2026. Sebelumnya Iranian Lionesses memilih bungkam.

    Momen itu terlihat jelang kick off melawan Australia di laga kedua Grup A di Piala Asia 2026. Di Stadion Gold Coast, Kamis (5/3/2026) waktu setempat.

    Terlihat Zahra Ghanbari dkk menyanyikan lagu kebangsaan saat lagu Iran disetel. Selain itu, skuad Timnas Iran juga memberi gestur hormat. Begitu juga staf pelatihnya, yang menaruh tangan di dadanya sebagai simbol hormat.

    Menurut media-media Australia, gestur itu menjadi hormat pemain Timnas Iran kepada militernya, yang kini berperang melawan Amerika Serikat dan Israel di negaranya.

    Meski begitu, ada anggapan pemain Timnas Putri Iran menyanyikan lagu kebangsaan dan gestur hormat karena 'paksaan'. Sebab sebelumnya saat melawan Korea Selatan, mereka memilih diam saat lagu berkumandang.

    "Sangat jelas bahwa rezim Republik Islam Iran, beserta tim keamanan yang mendampingi para pemain di Australia, memaksa mereka untuk menyanyikan lagu kebangsaan," kata Alireza Mohebbi, koresponden Iran International TV yang berbasis di Australia, mengatakan kepada ABC Sport.

    "Pada pertandingan pertama melawan Korea Selatan mereka tidak melakukannya, tetapi sekarang dengan tekanan yang besar dan media yang menyebarkan berita ke seluruh dunia, sangat jelas bahwa rezim tersebut memaksa mereka tidak hanya untuk menyanyikan lagu kebangsaan, tetapi juga melakukan salam militer. Tidak perlu diragukan lagi soal itu," katanya.

    Saat ini rakyat Iran diklaim terpecah menjadi kubu pro rezim dan anti-rezim. Gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dibunuh AS dan Israel membuat pemain langsung disorot.

    ABC menyebut, pemain dalam posisi sulit sebab tak ingin terseret dalam isu politik, meski secara tersirat menyatakan berada di kubu yang menentang rezim. Di luar stadion, diaspora Iran yang berada di Australia juga sempat berkumpul dan merayakan gugurnya Khamenei.

    Di pertandingan melawan Australia, Timnas Putri Iran kalah 0-4. Hasil itu menempatkan tim asuhan Marziyeh Jafari menjadi juru kunci Grup A dengan nol poin hasil dua kali kalah (di laga pertama kalah 0-3 dari Korea Selatan).


    Komentar
    Additional JS