Rekap All England Open 2026 - Ganda Terbaik China sampai Banting Raket, Raymond/Indra Menggila untuk ke Semifinal Sendirian - Bolasport
Rekap All England Open 2026 - Ganda Terbaik China sampai Banting Raket, Raymond/Indra Menggila untuk ke Semifinal Sendirian
BOLASPORT.COM - Kemenangan impresif dicetak ganda putra, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, untuk menyelamatkan wajah Indonesia di perempat final All England Open 2026.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin jadi satu-satunya wakil Indonesia yang menang pada babak delapan besar di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Jumat (6/3/2026).
Padahal tekanan besar berada di pundak mereka karena Raymond/Joaquin tampil belakangan dan ketika belum ada satupun rekan senegara yang melaju ke semifinal.
Menanggung beban satu negara ketika baru pertama kali ini tampil di All England, mereka justru menggila.
Pasangan debutan ini mencetak kemenangan besar atas ganda putra terbaik China, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang tampil sebagai unggulan ketiga.
Laga berlangsung dengan intens dan cepat. Tidak ada rasa takut dari Raymond/Indra walau bersua unggulan yang pernah menghuni peringkat satu dunia.
Raymond/Indra menggebrak duluan dengan menciptakan selisih skor jauh 11-6 di interval.
Liang/Wei merespons dengan permainan lebih agresif dan meladeni kecepatan Raymond/Joaquin. Pasangan Tanah Air mengatasinya dengan memanjangkan bola.
Lob-lob cepat Raymond/Joaquin ke baseline mengunci Liang/Wei. Dari hampir tersusul di 12-10, juara Australian Open ini menjauh hingga 16-11.
Ditekan habis-habisan lagi, Raymond/Joaquin dapat mengubah situasi lewat poin yang diraih dari reli yang sengit dengan Liang dan Wang sampai harus menjatuhkan badan.
Sempat terganggu rentetan eror karena bermain terburu-buru, Raymond/Joaquin merebut gim pembuka dengan skor 21-18 berkat antisipasi yang membentur net dari Liang.
Momentum kembali didapat Raymond/Indra. Servis Raymond yang menyulitkan membuka jalan karena empat poin beruntun yang mengubah skor dari 3-5 menjadi 7-5.
Pasangan China frustrasi. Wang Chang memukulkan raketnya ke lantai setelah gagal menjangkau penempatan ke sudut kiri sehingga tertinggal 6-8.
Raymond kembali merepotkan dengan servisnya. Servis colongan alias flick darinya menghasilkan ace lagi untuk menjauh 12-8. Dari sana, Raymond/Joaquin makin percaya diri.
Pertandingan pun dikunci dalam dua gim langsung. Pancingan ke depan yang berbuah bola keluar dari Wang Chang memastikan kemenangan meyakinkan 21-18, 21-12.
Kemenangan Raymond/Joaquin memberi angin segar. Sampai Raymond/Joaquin tanding, tak ada satupun yang menang dari kubu Merah Putih.
Tunggal putra, Alwi Farhan, dan ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, yang tampil dalam waktu bersamaan dipaksa menyerah.
Alwi masih diliputi rasa penasaran karena kalah dari Kunlavut Vitidsarn (Thailand) untuk keempat kalinya sejak pertama kali bersua tahun lalu.
Jika sebelumnya selalu kalah rubber dan bahkan nyaris di Kejuaraan Dunia, Alwi kali ini kalah dua gim langsung dari Vitidsarn yang masih bertengger di peringkat dua BWF.
"Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati, pemain yang kuat untuk sekarang. Itu modal dia untuk bisa mencapai level yang sekarang."
"Dan saya coba melawan hal dari situ tapi saya rasa saya sedikit kalah rapi dari segi pukulannya," ucap Alwi mengevaluasi dirinya, dilansir dari PBSI.
Sementara itu, Amri/Nita dihentikan juara bertahan, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China), walau sempat merebut gim kedua untuk memaksa rubber.
Hilang fokus pada akhir laga disebut Amri/Nita sebagai penyebab kekalahan mereka dari lawan yang sebenarnya telah dua kali diatasi sepanjang rekor pertemuan.
"Tadi sebenarnya peluang untuk menang itu ada karena kami sempat unggul juga di gim ketiga," ucap Nita dengan penyesalan.
"Tapi ya itu poin-poin terakhir banyak melakukan kesalahan, banyak salah arah pengembaliannya. Mereka juga mempercepat pola yang terlambat kami adaptasi."
Pil pahit kemudian ikut ditelan tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Putri KW dan Ana/Trias dihentikan kontestan favorit.
Putri kalah dari ratu bulu tangkis, An Se-young (Korea Selatan), sedangkan Ana/Trias menyerah di tangan unggulan kedua, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia).
Bagi Putri, kekalahan dari An Se-young memperpanjang kesulitannya tatkala menghadapi salah satu dari empat tunggal putri teratas saat ini.
Khusus dengan An Se-young, sudah sembilan pertemuan dijalani tanpa kemenangan dengan rival dia sejak junior itu.
"Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top 4 karena menurut saya benar-benar yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar," ucap Putri.
"Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu. Jadi bisa kayak 2-3 poin lalu hilangnya banyak banget.
REKAP ALL ENGLAND OPEN 2026 UNTUK WAKIL INDONESIA
Perempat Final, Jumat (6/3/2026)
- MS: Alwi Farhan vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2) 17-21, 12-21
- WS: Putri Kusuma Wardani (6) vs An Se-young (Korea Selatan/1) 11-21, 14-21
- MD: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Liang Wei Keng/Wang Chang (China/3) 21-18, 21-12
- MD: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Chen Bo Yang/Liu Yi (China) 16-21, 10-21
- WD: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2) 9-21, 18-21
- XD: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China/6) 17-21, 21-18, 15-21