Polemik Paspor Dean James Bisa Jadi Masalah Nasional, KNVB Rujuk ke Pemerintah Belanda - Kompas
KOMPAS.com - Media Belanda, De Telegraaf, menyoroti polemik paspor yang melibatkan pemain Timnas Indonesia, Dean James.
Kasus ini bermula dari laporan NAC Breda setelah mengalami kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles. Dalam laporan tersebut, Dean James dinilai tidak memenuhi syarat untuk tampil pada pertandingan pekan lalu.
Kontroversi muncul karena sang pemain diduga melanggar hukum Belanda, lantaran tidak memiliki izin untuk bekerja sebagai warga negara Indonesia.
Secara aturan, pemain yang memutuskan berganti kewarganegaraan seharusnya otomatis kehilangan status sebagai warga negara Belanda.
Baca juga: Lemahnya Penegakkan Hukum di Belanda Jadi Alasan Munculnya Isu Paspor Dean James
Namun dalam praktiknya, ketentuan ini jarang diterapkan. Banyak pemain masih tetap menyimpan dan menggunakan paspor Belanda mereka.
Situasi ini terjadi karena Immigratie en Naturalisatiedienst (IND), lembaga pemerintah Belanda yang mengurusi imigrasi, dinilai tidak menjalankan penegakan aturan secara aktif.
Selain itu, belum ada sistem otomatis untuk mendeteksi kepemilikan kewarganegaraan ganda, serta minimnya koordinasi antarnegara.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan praktik yang secara hukum tidak dapat dibenarkan, namun telah berlangsung dan dibiarkan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Polemik Paspor Dean James, Kenapa Hanya Menyeret Pemain Indonesia?
Berpotensi Jadi Masalah Nasional
Voetbal Primeur menyoroti laporan yang disampaikan surat kabar asal Belanda tersebut, bahwa KNVB dianggap tak sepenuhnya bersalah atas kelalaian ini.
Justru, masalah bisa menjadi kebohongan di tingkat nasional dan merembet ke peraturan hukum yang berlaku di Belanda.
"Tentu saja mereka mengetahui bahwa Dean James telah pergi bermain untuk Indonesia, Tjaronn Chery untuk Suriname, dan Jamiro Monteiro untuk Tanjung Verde. Namun mereka tidak mengambil tindakan apa pun terkait masalah ini."
Baca juga: Kontroversi Status WNI Dean James, Maarten Paes Tak Akan Tersangkut

Menyikapi laporan dari NAC Breda, KNVB merujuk polemik ini ke IND untuk menindaklanjuti agar masalah tidak meluas.
"Setelah protes NAC terhadap Dean James yang bermain, karena ia diduga tidak memenuhi syarat, KNVB merujuk masalah tersebut ke IND."
"Ini adalah situasi dengan konsekuensi yang berpotensi luas, karena melibatkan banyak klub dengan pemain," jelasnya.
Baca juga: Polemik Status WNI Dean James Kini Ancam Pemain Indonesia Lainnya di Liga Belanda
Ajax Amsterdam Taat Aturan
Salah satu solusi yang dinilai dapat diterapkan adalah mengkategorikan pemain yang berpindah kewarganegaraan dari Belanda sebagai pemain non-Uni Eropa.
Dengan status tersebut, klub diwajibkan memenuhi persyaratan lebih ketat, termasuk pemberian gaji minimum sekitar 600.000 euro (Rp11,7 miliar) bagi pemain berusia 21 tahun ke atas. Skema ini memungkinkan pemain memperoleh izin kerja secara resmi.
Pendekatan serupa telah diterapkan oleh Ajax Amsterdam saat merekrut Maarten Paes pada Januari lalu.
Dampaknya, Paes harus menunggu lebih lama sebelum dinyatakan memenuhi syarat untuk tampil bersama tim.
Baca juga: Respons Go Ahead Eagles soal Polemik Status Kewarganegaraan Dean James
Kini, kiper tersebut telah mengantongi izin kerja, dengan Ajax Amsterdam juga memberikan gaji di atas rata-rata untuk pemain non-Uni Eropa.
Dengan langkah tersebut, klub dinilai telah mematuhi seluruh regulasi yang berlaku, sehingga polemik yang terjadi saat ini tidak berdampak terhadap Paes maupun timnya.
"Solusinya adalah memperlakukan pemain yang merupakan pemain internasional Indonesia, Suriname, Tanjung Verde, dll, sebagai pemain non-Uni Eropa, seperti yang dilakukan Ajax dengan Maarten Paes. Tetapi dalam hal itu, gaji sebesar 600.000 euro harus dibayarkan kepada pemain yang berusia 21 tahun ke atas," tulis De Telegraaf.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang