Menpora Malaysia Minta Skandal Pemain Naturalisasi Jadi Pelajaran - Kompas

Penulis
KOMPAS.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Mohammed Taufiq Johari, meminta semua pihak mengambil pelajaran dari kasus pemain naturalisasi yang berujung sanksi terhadap sepak bola nasional.
Ia menegaskan bahwa keputusan CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) terkait skandal naturalisasai tersebut telah melalui proses hukum dan pemerintah Malaysia menerima hasilnya.
Berdasarkan keputusan CAS, para pemain masih harus menjalani skorsing selama 12 bulan seperti yang sebelumnya diputuskan FIFA.
Hukuman tersebut berlaku untuk pertandingan resmi. Setidaknya, putusan CAS juga mengandung mitigasi di mana para pemain bersangkutan masih dapat mengikuti latihan serta aktivitas sepak bola lain bersama klub masing-masing.
“Proses hukum telah berlangsung dan kami menerima keputusan yang telah dibuat. Kami akan meneliti langkah lanjutan yang perlu diambil,” kata Taufiq seperti dikutip dari Bernama pada Senin (9/3/2026).
Baca juga: CEO FAM Kecewa Putusan CAS, Sanksi Pemain Naturalisasi Malaysia Dianggap Berlebihan
Program Pengembangan Tetap Berjalan
Kasus tersebut berkaitan dengan keputusan CAS yang menguatkan sanksi dari FIFA terhadap tujuh pemain warisan Timnas Malaysia karena penggunaan dokumen yang dimanipulasi dalam proses pendaftaran naturalisasi.
Tujuh pemain yang terlibat adalah Imanol Machuca, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Taufiq menyatakan Kemenpora Malaysia akan meninjau langkah lanjutan yang bisa dilakukan.
“Yang pasti, program pembangunan sepak bola nasional di tingkat akar rumput tidak boleh terhenti,” ujarnya.
Baca juga: Respons FAM soal Putusan CAS Terkait Skandal Naturalisasi Malaysia
Kerja Sama dengan FAM
Pemerintah Malaysia juga akan bekerja sama dengan mitra strategis, termasuk FA Malaysia, untuk memastikan pengembangan sepak bola tetap berjalan.
“Semangat dalam sepak bola harus terus berlanjut. Program seperti National Football Development Programme akan diteruskan,” kata Taufiq.
Ia menambahkan bahwa Dewan Olahraga Nasional Malaysia juga akan berperan dalam memastikan program tersebut tetap menghasilkan pemain dari level akar rumput.
Menurutnya, pengembangan pemain muda masih menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan sepak bola Malaysia di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang