Kurniawan Beberkan Alasan Panggil Pemain Diaspora untuk Timnas U-17 Indonesia Jelang ASEAN Championship U-17 2026 - Bolasport
Kurniawan Beberkan Alasan Panggil Pemain Diaspora untuk Timnas U-17 Indonesia Jelang ASEAN Championship U-17 2026
BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengungkapkan alasan tetap memanggil pemain diaspora jelang ASEAN Championship U-17 2026.
Timnas U-17 Indonesia dijadwalkan akan menghadapi ASEAN Championship U-17 2026 yang direncanakan bergulir di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, dan Stadion Gelora Joko Samudro, pada 11 hingga 23 April 2026.
Untuk menghadapi ajang ini, Kurniawan Dwi Yulianto sebelumnya telah menjalani pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta.
TC nanti akan dilanjutkan ke Jakarta sebagai persiapan menuju ajang yang dikenal sebagai Piala AFF U-17 2026.
“Sekarang sedang TC (Pemusatan Latihan) di Yogyakarta, general preparation,” ujar Kurniawan kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
“Kemudian mulai tanggal 8 Maret kita pindah ke Jakarta. Minggu,” ucapnya.
Dalam TC ini, Kurniawan Dwi Yulianto mengaku akan memanggil tiga pemain diaspora.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut memang tak menyebutkan siapa saja nama pemain diaspora yang dipanggil.
Namun, Kurniawan hanya membocorkan ketiga pemain ini berasal dari UK atau Inggris, Australia, dan Selandia Baru.
Namun, memang ada satu pemain masih terkendala tiket, karena ada perang di Timur Tengah.
“Mulai minggu depan kita akan ada mengajak tiga pemain diaspora. Itu sedang komunikasi karena yang satu dari UK (Britania Raya) terkait tiket karena memang harus lewat Timur Tengah, dan itu sedang dicari solusinya,” kata Kurniawan.
“Kemudian satu dari Australia, satu lagi dari Selandia Baru. Mudah-mudahan bisa menunjukkan performa seperti yang kita ekspektasikan.”
Dengan memanggil tiga pemain diaspora ini, tak sedikit yang penasaran apa alasan Kurniawan tetap memanggil pemain yang berkarier di luar negeri.
Mantan pelatih Sabah FC pun mengatakan bahwa semua punya hhak yang sama.
Baik pemain lokal maupun pemain diaspora, sehingga mereka pun berhak membela Timnas U-17 Indonesia.
Oleh karena itu, mereka dipanggil dalam TC ini karena Kurniawan ingin melihat secara keseluruhan penampilan ketiga pemain ini.
“Karena mereka punya hak yang sama untuk menjadi pemain Timnas Indonesia. Mereka berpaspor Indonesia, terus dari video yang kita lihat mereka punya kualitas,” jelas Kurniawan.
“Jadi, siapa pun itu, kalau memang punya kualitas, terus kemudian bisa sesuai dengan gaya permainan yang kita siapkan, mereka wajib dan berhak untuk memperkuat Timnas Indonesia.”
Lebih lanjut, saat ditanya berapa lama sudah memantau pemain diaspora ini, Kurniawan mengaku bahwa sebenarnya ada beberapa video yang ia lihat.
Namun, ia kerucutkan menjadi tiga pemain dan mereka akan dipanggil untuk melihat kualitasnya secara langsung.
Walaupun ia mengaku telah memantau sejak Timnas U-17 Indonesia menjalani uji coba melawan China pada awal Februari 2026.
“Jadi, memang kita komunikasi dengan anaknya dan orang tuanya, baik dari video,” ungkapnya.
“Maka dari itu, dari sekian banyak video yang masuk ke kita, kita kerucutkan menjadi tiga pemain yang sekiranya bisa sesuai dengan gaya permainan yang kita persiapkan.”
“Kemudian kenapa kita ajak untuk datang untuk melihat secara langsung karena memang kita tidak bisa melihat mereka berkompetisi secara penuh. Jadi, kita mau lihat secara langsung,” tuturnya.