Konflik Timur Tengah Bayangi Piala Dunia 2026, FIFA Bisa Tinjau Ulang Turnamen - Tribunnews
Konflik Timur Tengah Bayangi Piala Dunia 2026, FIFA Bisa Tinjau Ulang Turnamen
Konflik Timur Tengah bayangi Piala Dunia 2026, FIFA tegaskan persiapan tetap berjalan meski Iran ragukan keikutsertaan.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap Piala Dunia 2026. FIFA menegaskan persiapan tetap sesuai jadwal di AS, Kanada, dan Meksiko dengan 48 tim peserta.
- Namun, Federasi Sepak Bola Iran meragukan keikutsertaan tim nasional akibat konflik terbaru.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas panggung olahraga dunia.
Sejumlah pakar menilai konflik yang memanas berpotensi memengaruhi penyelenggaraan FIFA World Cup 2026, meskipun hingga kini persiapan turnamen tetap berjalan sesuai rencana.
Ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dijadwalkan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen ini diperkirakan akan menarik jutaan penggemar sepak bola dari berbagai negara ke kawasan Amerika Utara.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal.
Semua tim yang telah lolos kualifikasi tetap diharapkan dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
CEO U.S. Soccer, JT Batson, menyebut Presiden FIFA, Gianni Infantino, berkomitmen menghadirkan turnamen yang aman dan melibatkan seluruh negara peserta.
“Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan niat untuk menghadirkan Piala Dunia yang aman dan terjamin, di mana semua tim bisa berpartisipasi. Kami tentu mendukung penuh hal tersebut,” ujar Batson dalam wawancara dengan Sky News.
Pernyataan senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom. Ia mengatakan FIFA terus memantau perkembangan global untuk memastikan turnamen berlangsung aman dan seluruh peserta dapat hadir.
Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel, Indonesia Nyatakan KTT D-8 Tetap Jalan Sesuai Jadwal
Iran Ragukan Keikutsertaan
Di tengah optimisme penyelenggara, muncul keraguan dari pihak Iranian Football Federation terkait kemungkinan partisipasi tim nasional Iran.
Presiden federasi tersebut, Mehdi Taj, menyatakan perkembangan militer terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel membuat peluang Iran tampil di Piala Dunia menjadi tidak pasti.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan oleh Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia,” kata Taj.
Saat ini Iran dijadwalkan memainkan pertandingan fase grup di Amerika Serikat, termasuk dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle pada akhir Juni.
Konflik Regional Memanas
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Sejumlah laporan menyebutkan Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke beberapa negara di kawasan Teluk, yang semakin memperkeruh situasi keamanan regional.
Meski konflik tersebut terjadi jauh dari kota-kota tuan rumah Piala Dunia, perkembangan situasi ini memicu diskusi global mengenai aspek keamanan dan logistik penyelenggaraan turnamen olahraga terbesar di dunia itu.
Edisi 2026 juga akan menjadi Piala Dunia pertama dengan format baru yang melibatkan 48 tim peserta dan puluhan pertandingan di berbagai kota di Amerika Utara.
FIFA Bisa Tinjau Ulang Turnamen
Sejumlah analis bisnis olahraga menilai kemungkinan penundaan turnamen sangat kecil mengingat skala acara yang sangat besar.
Profesor bisnis olahraga Simon Chadwick, yang sebelumnya terlibat dalam analisis penyelenggaraan FIFA World Cup 2022, menyebut menjadwal ulang Piala Dunia akan menjadi tantangan besar dari sisi logistik, ekonomi, hingga politik.
“Dengan hanya beberapa bulan menuju Piala Dunia, penundaan hingga tahun depan tampaknya tidak mungkin. Secara logistik, ekonomi, dan politik, menjadwal ulang mega-event seperti ini akan sangat sulit,” ujarnya.
Namun ia menambahkan situasi bisa berubah jika konflik meluas ke wilayah lain di luar Timur Tengah.
“Jika serangan meluas ke Eropa atau Amerika Utara, situasinya akan meningkat drastis dan menjadi jauh lebih serius,” kata Chadwick.
Hingga kini belum ada indikasi dari FIFA bahwa Iran akan dikeluarkan dari turnamen.
Penyelenggara pun terus menegaskan bahwa seluruh persiapan menuju Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana.
Baca juga: UPDATE Dampak Konflik Timur Tengah: 14.796 Jemaah Umrah Tiba di RI, 158 Masih Tertahan
Jadwal Piala Dunia 2026
Kick-off ajang sepak bola terbesar dunia, FIFA World Cup 2026, kini tinggal 100 hari lagi. Turnamen empat tahunan tersebut dijadwalkan resmi dimulai pada Kamis, 11 Juni 2026 di Amerika Utara.
Pertandingan pembuka akan mempertemukan tim tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di stadion legendaris Estadio Azteca, yang berada di Mexico City.
Bagi pencinta sepak bola di Indonesia, laga pembuka tersebut dapat disaksikan pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 02.00 WIB.
Turnamen kali ini akan menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta. Piala Dunia 2026 juga digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jumlah Pertandingan Meningkat
Dengan bertambahnya jumlah peserta, total pertandingan juga meningkat drastis. Jika pada edisi sebelumnya hanya terdapat 64 laga, maka pada turnamen kali ini jumlahnya mencapai 104 pertandingan.
Seluruh laga tersebut akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, yakni dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Rinciannya meliputi:
- Fase grup: 72 pertandingan
- Babak 32 besar: 16 pertandingan
- Babak 16 besar: 8 pertandingan
- Perempat final: 4 pertandingan
- Semifinal: 2 pertandingan
- Perebutan tempat ketiga: 1 pertandingan
- Final: 1 pertandingan
Sebanyak 72 pertandingan fase grup akan digelar secara maraton selama 17 hari tanpa jeda.
Jadwal Kick-off Beragam
Pertandingan Piala Dunia 2026 akan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara tuan rumah. Perbedaan zona waktu antara Amerika Utara dan Indonesia membuat jam kick-off pertandingan cukup bervariasi bagi penonton di Tanah Air.
Jika dikonversi ke WIB, pertandingan fase grup akan dimulai pada berbagai waktu, mulai dari pukul 23.00 hingga 11.00 WIB.
Dengan kata lain, pertandingan dapat berlangsung dari larut malam, dini hari, hingga menjelang siang hari di Indonesia.
Sebagian besar laga memang akan berlangsung pada waktu yang kurang ramah bagi pekerja kantoran di Indonesia. Hal ini karena kota-kota di pesisir barat Amerika Utara seperti Los Angeles, Seattle, dan Vancouver memiliki selisih waktu hingga 15 jam dengan WIB.
Salah satu laga dengan waktu kick-off paling awal adalah pertandingan antara Spanyol melawan Arab Saudi di Atlantayang dijadwalkan pukul 23.00 WIB.
Sementara itu, pertandingan paling larut akan mempertemukan Austria melawan Yordania di Santa Clara pada pukul 11.00 WIB.
Baca juga: Mengupas Tuntas Keberhasilan Operasi Militer Amerika Serikat dan Israel di Iran
Final Digelar di New Jersey
Rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 akan ditutup dengan partai final yang digelar di MetLife Stadium di New Jersey pada 19 Juli 2026 waktu setempat.
Bagi pencinta sepak bola di Indonesia, seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan melalui siaran langsung di TVRI.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penampakan-rudal-Khorramshahr-4-Iran.jpg)