Integritas Bodong, Malaysia Diobok-obok Kesesatan AFC, Liganya Ikut-ikutan Ngawur! - Semua Halaman - Superball
Integritas Bodong, Malaysia Diobok-obok Kesesatan AFC, Liganya Ikut-ikutan Ngawur! - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 15 Maret 2026 | 22:49 WIB
engamat senior sepak bola Malaysia, Pekan Ramli, menyebut sepak bola negaranya sudah tidak memiliki integritas. (NST.COM.MY)
SUPERBALL.ID - Emosi tak tertahankan dari seorang pengamat senior sepak bola Malaysia, Datuk Pekan Ramli, melihat babak baru skandal naturalisasi pemain keturunan palsu Harimau Malaya.
Datuk Pekan Ramli menilai saat ini sepak bola Malaysia sedang menciptakan preseden buruk atas penangangan terhadap skandal naturalisasi.
Ada pernyataan yang bertentangan yang dilontarkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Liga Sepak Bola Malaysia (MFL).
Di mana pernyataan mereka dinilai telah membuat bingung publik Malaysia terhadap aturan sepak bola yang mereka terapkan.
Dan karena itu, integritas sepak bola Malaysia hancur, bukan karena sabotase pihak luar, melainkan permainan dari dalam sendiri.
Pekan Ramli mengatakan bahwa penjelasan kedua badan itu tidak hanya membingungkan tetapi juga bertentangan dengan putusan final CAS dan FIFA.
Pengamat senior ini tercengang dengan sikap MFL dan AFC yang melegalkan para pemain naturalisasi palsu sebagai pemain lokal Malaysia.
Ia tak mengerti hanya dengan kartu identitas dan paspor, MFL dan AFC kompak mencari pembenaran soal pendaftaran pemain dengan kartu identitas dan paspor.
"Anda telah menciptakan preseden, preseden yang membingungkan aturan sepak bola," kata Pekan.
"Pernyataan AFC menyesatkan, itu tidak profesional, kami tidak membatalkan."
"Kami malah melegitimasi hal seperti ini. Inilah yang membingungkan para penggemar," imbuhnya.
Pekan Ramli menekankan bahwa begitu keputusan CAS menemukan bahwa dokumen palsu digunakan dalam proses naturalisasi untuk membela timnas.
Semua yang terkait dengan dokumen tersebut menjadi tidak valid, namun AFC terkesan membantah dan MFL seperti tak mau mengambil risiko.
"Jika terdapat pemalsuan dokumen secara otomatis hal itu dibatalkan. Segala sesuatu yang terkait dengannya dianggap tidak memenuhi syarat."
"Kita tidak sedang membicarakan masalah kewarganegaraan, kita sedang membicarakan sepak bola, peraturan sepak bola."
"Mungkin MFL tidak mau atau malas melakukan terlalu banyak pekerjaan. Atau mungkin ada hal-hal yang perlu mereka lindungi," kata Pekan Ramli lagi.
Pekan Ramli merasa bahwa Malaysia sendiri sebenarnya yang membuat hancur sepak bola dalam negeri dengan mengacaukan aturan.
Baca Juga: Paspor Malaysia Banting Harga, Dulu Dibanggakan Kini Jadi Barang Murahan karena Skandal Naturalisasi
Bukannya memperbaiki kesalahan, Malaysia justru ngotot dengan sikap bebal yang tak mau mengakui kesalahan mereka.
Malaysia seharusnya memperbaiki itu, tapi saat ini kenyataan yang ada federasi dengan bantuan AFC coba menantang FIFA.
"Kepercayaan dalam isu-isu seperti ini semakin terkikis… kita sendiri yang mengacaukan aturan," katanya.
"Kita berbicara tentang integritas, rasa hormat, permainan yang adil, semuanya hancur, rusak."
"Jika kami telah menyebabkan kerusakan, kami harus memperbaikinya dengan cepat, jangan menyesatkan."
"Jangan membuat kami bingung bahkan dalam olahraga," pungkas Pekan Ramli.