Hubungan Suporter Persib dan Persebaya Memanas, Viking Putuskan Jaga Jarak dengan Boneka - Bolasp6
BOLASPORT.COM - Salah satu kelompok suporter terbesar Persib Bandung, Viking Persib Club buka suara terkait hubungan dengan suporter Persebaya Surabaya.
Persib baru saja menjalani laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3).
Sesuai prediksi pertandingan ini berjalan sengit dan kedua tim sama-sama tidak ingin kalah.
Namun, setelah laga tersebut hubungan dua kelompok suporter mereka juga kembali tidak harmonis.
Mikael Tata mendapatkan serangan rasisme di media sosial setelah terlibat konflik dengan Kakang Rudianto.
Ini jadi puncak karena sebelumnya memang terlihat kedua tim dengan suporter besar di media sosial terlibat adu argumen di dunia maya.
Baca Juga: Bernardo Tavares Belajar Banyak dari Duel Lawan Persib, Makin Yakin Sikat Borneo FC
Setelah beberapa rentetan kejadian yang melibatkan suporter kedua tim, Viking akhirnya mengambil sikap.
Mereka menilai bahwa ini adalah puncak dari gesekan yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.
Tercatat ada lima pernyataan yang mereka tulis di Instagram resmi wadah suporter Persib tersebut.
"Sehubungan dengan beberapa insiden yang terjadi dalam rangkaian pertandingan Persebaya melawan Persib kemarin, dengan ini Viking Persib Club menyatakan sikap resmi," tulis Viking.
Dalam unggahan ini, ada beberapa dasar yang membuat mereka akhirnya membuat keputusan tegas ini.
Dalam usahanya, Viking sudah berusaha untuk meredam konflik yang terjadi sesuai dengan instruksi pendahulu mereka yakni Ayi Beutik.
Terutama agar hubungan Bandung dan Surabaya bisa dijaga dengan baik dan meminimalisir konflik.
Namun, mereka juga menyoroti adanya aksi penyerangan oknum suporter Persebaya kepada anggota Viking Surabaya.
"Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan fisik, intimidasi, perusakan, dan tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter di Surabaya."
"Akibat insiden tersebut mengakibatkan adanya korban luka serta kerugian materil. Kerugian yang dialami korban meliputi hilangnya 1 (satu) unit iPhone II. sepatu, jaket, baju, serta uang setoran pekerjaan sebesar Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah), milik anggota Viking Surabaya."
"Tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun," terangnya.
Kekecewaan atas tindakan tersebut menjadi salah satu alasan hubungan kedua pihak harus dikaji ulang.
Mereka juga menilai ada pihak yang berusaha merusak hubungan Bandung dan Surabaya dengan melakukan aksi penyerangan ke hotel perwakilan Viking.
Setelah selama ini memilih diam, Viking akhirnya mengambil sikap dengan mengistirahatkan slogan 'Viking Bonek Satu Hati'.
"Dengan mempertimbangkan situasi dan realita yang terjadi akhir-akhir ini, serta demi menjaga keselamatan dan kehormatan organisasi, Viking Persib Club menyatakan untuk menjaga jarak dan mengistirahatkan slogan
'Viking Bonek Satu Hati'.
"Karena kami menilai slogan tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini sehingga butuh waktu untuk sama-sama merefleksikan diri kembali terhadap apa yang menjadi cita-cita dari slogan tersebut," lanjutnya.
View this post on InstagramA post shared by ???????????????????????? ???????????????????????? ???????????????? (@officialvpc)
Viking juga berharap rivalitas yang terjadi hanya berjalan selama 90 menit.
Mereka tidak ingin ada pembenaran terkait tindakan brutalitas yang terjadi sebelumnya.
Gesekan yang ada harus bisa diredam dan budaya kekerasan tidak boleh diwariskan ke generasi selanjutnya.
"Rivalitas cukup 90 menit di dalam lapangan, setelah itu kita tidak hilang akal dan tetap waras."
"Rivalitas bukan menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan brutalitas yang malah berlanjut menjadi tindakan pidana di luar sepakbola."
"Kita tidak sedang mewariskan kebencian kepada generasi penerus," tutupnya.