Hasil Drawing Piala AFF U17 2026: Indonesia di Grup Neraka bersama Vietnam dan Malaysia - Kompas
Hasil Drawing Piala AFF U17 2026: Indonesia di Grup Neraka bersama Vietnam dan Malaysia
KOMPAS.com - Timnas U17 Indonesia dipastikan tergabung di grup neraka pada ajang ASEAN U17 Championship 2026 atau Piala AFF U17 2026.
AFF telah selesai mengadakan pengundian ASEAN U17 Championship 2026 atau Piala AFF U17 2026.
Pengundian dilakukan di Jakarta, pada Jumat (6/3/2026), dengan PSSI sebagai tuan rumah acara.
Prosesi drawing dipimpin oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Muhammad Sungkar, yang dimulai dari Pot 4 kemudian diakhiri Pot 1.
Sinyal Bahaya untuk AS, Kim Jong Un Panaskan Mesin Perang Korut
Sejak awal, Indonesia ditempatkan di Pot 1 bersama Thailand dan Australia.
Baca juga: Saat Messi Hanya Tersenyum Lebar Usai Trump Puji Cristiano Ronaldo...
Sebab, Timnas U17 Indonesia finis di urutan ketiga pada edisi 2024 silam.
Sementara, Australia yang keluar menjadi juara dengan, Thailand finis sebagai runner up.

Lihat Foto
Indonesia Masuk Grup Neraka
Berdasarkan hasil pengundian, diketahui Indonesia tergabung di grup dengan persaingan yang terberat alias grup neraka.
Skuad Garuda Asia dipastikan berada di Grup A bersama dengan Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.
Piala AFF U17 2026 akan digulirkan di dua lokasi, yakni Sidoarjo dan Gresik.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Super League Arema FC Vs Bali United
Rencananya, Stadion Gelora Delta dan Stadion Gelora Joko Samudro akan menjadi venue pertandingan turnamen tersebut.
Turnamen level usia ini akan berlangsung pada 11-23 April 2026.
Timnas U17 Indonesia dipastikan dipimpin oleh Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih baru menggantikan Nova Arianto.
Baca juga: Tiga Faktor Menakutkan Timnas Indonesia di Mata Media Vietnam
Hasil undian grup ASEAN U17 Championship 2026:
Grup A
Indonesia
Vietnam
Malaysia
Timor Leste
Grup B
Thailand
Laos
Myanmar
Filipina
Grup C
Australia
Kamboja
Singapura
Brunei Darussalam
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Kasus Nabilah O'Brien, Mengapa Korban Bisa Jadi Tersangka Usai Melaporkan Dugaan Pencurian?