Dunia Lagi Gonjang-ganjing, FIFA Ngotot Gelar Piala Dunia 2026 karena Bisa Bawa Perdamaian - Semua Halaman - Bolasport
Dunia Lagi Gonjang-ganjing, FIFA Ngotot Gelar Piala Dunia 2026 karena Bisa Bawa Perdamaian - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 10 Maret 2026 | 12:15 WIB
Situasi dunia yang gonjang-ganjing tak menghentikan langkah FIFA untuk tetap menggelar Piala Dunia 2026. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM – Situasi dunia yang tengah gonjang-ganjing tak menahan laju FIFA untuk tetap menggelar Piala Dunia 2026 yang menurutnya bisa membawa perdamaian.
Saat ini, situasi global tak lagi menentu imbas peperangan yang membuat event sekelas Piala Dunia 2026 bisa saja terancam.
Terkini peperangan tengah berlangsung di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Perang ini tercipta dari serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan komando tertinggi Iran.
Kebetulan dua dari tiga pihak yang berselisih, yakni Iran dan Amerika Serikat, adalah kontestan Piala Dunia 2026.
Bahkan nama terakhir merupakan salah satu tuan rumah ajang tersebut, bersama dengan Kanada dan juga Meksiko.
Meski peperangan tengah memanas, FIFA memastikan jika event empat tahunan tersebut akan tetap digelar tahun ini.
Bagi induk sepak bola dunia tersebut, ajang Piala Dunia terlalu besar untuk mengalami penundaan karena perang yang berkecamuk.
"Situasinya berubah dari hari ke hari dan kami memantaunya dengan cermat," kata COO Piala Dunia, Heimo Schirgi, dikutip BolaSport.com dari CBC.
Baca Juga: Peserta Piala Dunia 2026 - Brasil, Misi Tim Samba Pertegas Status sebagai Raja
"Kami bekerja sama dengan semua mitra federal dan mitra internasional kami dalam mengevaluasi situasi ini."
"Pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari dan pada suatu saat kami akan menemukan solusinya."
"Dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja, kan? Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua orang yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi," tuturnya.
Bagi Schirgi, gelaran Piala Dunia 2026 nantinya bisa membawa dampak penting bagi perdamaian dunia.
Menurut Kepala Operasi Piala Eropa tersebut, hal ini sudah terlihat di dua edisi sebelumnya yang digelar di Rusia (2018) dan Qatar (2022).
Pada dua edisi tersebut, orang berbondong-bondong datang ke Rusia dan Qatar untuk menikmati sajian di lapangan hijau.
"Mengingat kondisi dunia saat ini, ini akan menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang," lanjut Schirgi.
"Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, Piala Dunia sangat istimewa karena benar-benar mendunia dan menyatukan semua orang."
"Kita menyaksikannya di Qatar, di Rusia, di mana-mana."
Baca Juga: Calon Bintang Piala Dunia 2026 - Saatnya Lamine Yamal Ambil Alih Kebintangan Messi
"Orang-orang kagum betapa internasionalnya acara ini," pungkasnya.
Sementara itu, beberapa tim peserta Piala Dunia 2026 dan tim yang bertarung di kualifikasi hingga saat ini masih kesulitan mengurus visa.
Salah satunya terlihat dari situasi yang menerpa Timnas Irak, di mana para pemainnya sulit mengurus visa imbas perang Timur Tengah.
Karena kesulitan mengurus visa, persiapan Irak untuk bertanding di play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 terganggu.
Kini skuad Irak bahkan masih tertahan di Uni Emirat Arab karena adanya penutupan wilayah udara imbas perang Timur Tengah.