Chelsea mengalami empat kekalahan beruntun dan tengah dilanda krisis performa. Liam Rosenior harus segera membenahi performa The Blues selama jeda internasional

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Inggris, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea memasuki jeda internasional dengan catatan empat kekalahan beruntun. Hasil buruk ini menjadi pukulan besar bagi tim yang sedang berjuang menjaga konsistensi.

Dalam empat pertandingan tersebut, Chelsea kebobolan 12 gol. Mereka juga tersingkir dari Liga Champions dan tertinggal dalam persaingan menuju kompetisi musim depan.

Situasi ini membuat tekanan terhadap pelatih Liam Rosenior semakin besar. Performa tim yang menurun memunculkan pertanyaan soal arah dan stabilitas permainan.

Jadwal berat sudah menanti pada April, termasuk menghadapi Manchester City dan Manchester United. Chelsea tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki keadaan.

Jeda internasional menjadi momen penting untuk evaluasi. Berikut empat masalah utama yang harus segera dibenahi oleh Rosenior.

1. Mengembalikan Kepercayaan Diri Robert Sanchez

Robert Sancehz

Kiper Chelsea, Robert Sanchez, melakukan kesalahan pada menit ke-77 sehingga berhasil dimaksimalkan Arsenal dengan mencetak gol pertama. (AFP/

Robert Sanchez menjadi salah satu pemain yang paling terdampak sejak pergantian pelatih. Ia kerap melakukan kesalahan yang merugikan tim dalam beberapa laga terakhir.

Pertanyaan soal apakah ia layak dicadangkan menjadi perdebatan. Sanchez sempat duduk di bangku cadangan saat Chelsea menang atas Aston Villa dan digantikan oleh Filip Jorgensen.

Namun Jorgensen juga tampil buruk saat menghadapi PSG. Situasi ini membuat posisi penjaga gawang kembali menjadi sorotan utama di dalam tim.

Sanchez kini membutuhkan dorongan kepercayaan diri. Rosenior juga perlu menyesuaikan taktik untuk memaksimalkan kelebihan dan menutupi kelemahannya.

2. Adaptasi Menghadapi Krisis Cedera di Lini Belakang

Reece James

Bek Chelsea asal Inggris bernomor punggung 24, Reece James, melepaskan tembakan namun gagal mencetak gol selama pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Newcastle United di Stamford Bridge, London, Minggu (15-3-2026) dini hari WIB. (Glyn KIRK/AFP)

Masalah pertahanan menjadi titik lemah utama Chelsea dalam beberapa pertandingan terakhir. Koordinasi antar pemain terlihat buruk dan sering kehilangan posisi.

Cedera semakin memperparah kondisi lini belakang. Reece James mengalami cedera hamstring dan Trevoh Chalobah harus menepi selama enam minggu karena cedera pergelangan kaki.

Meski masih memiliki beberapa bek tengah, tidak ada yang benar-benar tampil meyakinkan. Wesley Fofana, Tosin Adarabioyo, dan Benoit Badiashile belum menunjukkan stabilitas.

Rosenior harus menemukan solusi untuk menyeimbangkan pertahanan. Tanpa perbaikan, Chelsea akan terus kesulitan menghadapi tim-tim besar.

3. Menemukan Peran Tepat untuk Estevao

Estevao

Gelandang Chelsea asal Brasil #41, Estevao, merayakan gol kedua mereka dalam pertandingan fase grup Liga Champions antara Chelsea dan Barcelona di Stamford Bridge, London, Rabu (26-11-2025). (Adrian Dennis/AFP)

Estevao bisa menjadi solusi untuk lini serang Chelsea yang kurang kreatif. Ia sempat tampil sebagai pemain pengganti sebelum jeda internasional setelah pulih dari cedera.

Pemain muda asal Brasil ini dikenal memiliki kreativitas tinggi. Namun posisinya di sayap kanan sudah ditempati oleh Cole Palmer.

Rosenior bisa memindahkan Palmer ke tengah, tetapi posisi tersebut juga diisi Enzo Fernandez. Hal ini membuat sulit menemukan tempat ideal bagi Estevao.

Chelsea membutuhkan kreativitas yang ia miliki. Memberinya menit bermain yang konsisten bisa menjadi kunci kebangkitan lini serang tim.

4. Menentukan Komposisi Lini Tengah Terbaik

Chelsea vs PSG

Aksi Enzo Fernandez dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Peran Enzo Fernandez di bawah Rosenior menjadi tanda tanya. Ia tidak tampil seefektif sebelumnya dalam mengatur permainan maupun memberikan kontribusi menyerang.

Pelatih harus memutuskan apakah akan tetap memainkan Fernandez lebih maju atau menariknya lebih dalam. Ia bisa dipasangkan dengan Moises Caicedo untuk menjaga keseimbangan.

Rotasi pemain di lini tengah juga belum memberikan hasil maksimal. Beberapa nama seperti Andrey Santos dan Romeo Lavia belum mampu memberikan stabilitas.

Chelsea membutuhkan struktur lini tengah yang jelas. Stabilitas di sektor ini sangat penting untuk mendukung pertahanan dan serangan tim.

Sumber: FotMob

Persaingan Ketat di Liga Inggris

Berita Terbaru

Selengkapnya