0
News
    Home Berita Featured Nova Arianto Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia U-20

    Cerita Rafa di Timnas U20 Indonesia: Anak Legenda yang Ditempa Nova - Kompas

    8 min read

     

    Cerita Rafa di Timnas U20 Indonesia: Anak Legenda yang Ditempa Nova

    KOMPAS.com - Pemusatan latihan perdana Timnas U20 Indonesia yang berlangsung 2-15 Maret 2026 di Surabaya resmi berakhir.

    Saat ini pemain sudah kembali ke klub masing-masing. Tetapi, mereka pulang tidak dengan tangan kosong.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Para pemain membawa bekal pengalaman, disiplin, dan pemahaman baru tentang arti memperjuangkan tempat di level tertinggi.

    Salah satunya adalah Rafa Raditya Abdurahman. Momen ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya di level internasional.

    Timnas Futsal Indonesia Libas Jepang 5-3, Ukir Sejarah Lolos Final Piala Asia Futsal!

    Pemain muda yang baru menjalani debut bersama Garuda Muda itu mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan pelatih Nova Arianto.

    Baca juga: Nova Arianto Puji Pemain Timnas U20 Indonesia, Isyarat Tambah Diaspora

    “Alhamdulillah bisa dipercaya. Rafa sendiri cuma kasih yang terbaik di liga, kalau bisa dipanggil tim nasional itu bonus. Kalau sudah dipanggil, pasti kasih yang terbaik,” ujar pemain yang biasa disapa Rafa Abdurahman itu kepada jurnalis termasuk Kompas.com.

    Dua Pekan Mengubah Cara Pandang

    Selama kurang lebih dua pekan pemusatan latihan Rafa Raditya Abdurahman merasakan perubahan signifikan, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga pola pikir sebagai pemain profesional.

    Ia menjelaskan, bahwa seluruh pemain diperkenalkan pada filosofi permainan tim nasional yang selaras dari level senior hingga kelompok usia.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Jadi dari tim senior ke U20 itu sama. Coach Nova (Arianto) kasih cara defending, cara attacking, dan ada juga latihan fisik di gym,” kata Rafa Raditya itu.

    Baca juga: Usai TC di Surabaya, Nova Arianto Bakal Terapkan Promosi-Degradasi di Timnas U20 Indonesia

    Keseragaman filosofi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun identitas permainan timnas Indonesia ke depan.

    Latihan Keras, Tanpa Ruang untuk Santai

    Di bawah arahan Nova Arianto, setiap sesi latihan berlangsung dengan intensitas tinggi. Tidak ada ruang bagi pemain untuk bermain setengah hati.

    “Coach Nova mau pemain yang agresif dan mau kerja. Dia tidak mau pemain yang hanya bercanda atau buang-buang waktu di sini,” ujar pemain berusia 18 tahun.

    Baca juga: Kata Pratama Arhan soal Komposisi Berbeda Indonesia pada Piala AFF 2024

    Persaingan yang ketat membuat setiap pemain harus tampil maksimal. Sebab, kesempatan mengenakan seragam Garuda Muda menjadi hal yang harus diperjuangkan, bukan diberikan begitu saja.

    Melangkah dari Bayang-Bayang Ayah

    Sebagai putra dari mantan pemain timnas Indonesia, yakni Maman Abdurahman, Rafa memahami ekspektasi yang melekat pada dirinya.

    Terlebih sang ayah juga pernah menjadi teman duet Nova Arianto di Persib Bandung saat masih aktif menjadi pemain Liga Indonesia

    Baca juga: Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia, Persik Kediri Dukung Penuh

    Meski begitu ia memilih berjalan dengan caranya sendiri, tanpa terbebani bayang-bayang masa lalu.

    “Kalau Rafa sih tidak ada beban. Yang penting kasih yang terbaik saja di lapangan,” kata Rafa Raditya.

    Perjalanan Rafa di sepak bola Indonesia dimulai dari akademi Persija Jakarta. Ia sempat mencatatkan momen emosional saat bermain satu lapangan bersama sang ayah dalam laga Liga 1 2023-2024 melawan PSIS Semarang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 30 April 2024 lalu.

    Baca juga: Bukan Uji Coba, Ini Alasan Timnas U20 Latihan Bersama Persela dan Persebaya

    Dalam pertandingan tersebut, keduanya sama-sama bermain dan menjadi bagian dari sejarah sebagai pasangan ayah-anak yang bermain bersama di kompetisi profesional Indonesia.

    Setelah itu, Rafa Raditya melanjutkan perkembangan kariernya bersama EPA Persija sebelum bergabung dengan Pekanbaru FC di Liga Nusantara 2025-2026.

    Di sana, ia tampil konsisten dan menjadi bagian dari tim dengan bermain sebanyak 11 kali.

    Baca juga: Respons Shayne Pattynama Usai Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

    Pengalaman di level klub tersebut menjadi salah satu bekal penting hingga akhirnya ia mendapat kesempatan bergabung dengan Timnas U20 Indonesia.

    “Tentunya setiap pelatih punya cara yang beda-beda. Coach Nova punya caranya sendiri. Untuk Rafa, coach Nova itu pelatih yang tegas, pelatih yang mau pemainnya jadi lebih baik,” pungkasnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS