Berkat Negosiasi Madam Pang, Federasi Thailand Hampir Lunasi Utang Rp195 Miliar - Superball
SUPERBALL.ID - Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam, hampir melunasi utang sebesar Rp195 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.
Pada 2025 lalu, pengadilan memutuskan bahwa FAT harus memberikan kompensasi kepada Siam Sport sebesar 360 juta baht ditambah bunga.
Bersamaan dengan itu, Siam Sport juga diperintahkan untuk membayar TrueVisions sebesar 240 juta baht sesuai dengan putusan terkait.
Kasus ini bermula pada 2016 di bawah kepemimpinan Presiden FAT sebelumnya, Somyot Poompanmuang.
Baca Juga: Atlet Thailand Ditangkap Terkait Kasus Kecurangan terhadap Vietnam di SEA Games
Siam Sport Group menggugat FAT sebesar 1,4 miliar baht karena FAT secara sepihak mengakhiri kontrak hak siar Liga Thailand.
Pengadilan Thailand mengurangi utang menjadi 360 juta baht (sekitar Rp195 miliar), ditambah bunga sebesar 200 juta baht.
Segera setelah putusan tersebut, Nualphan Lamsam bernegosiasi dengan para pemimpin Siam Sport dan TrueVisions.
Dilansir SuperBall.id dari Lao Dong, wanita yang akrab disapa Madam Pang itu mengusulkan agar kedua pihak tidak mengenakan bunga tambahan.
Kedua perusahaan menyetujui usulan tersebut demi kebaikan bersama FAT dan sepak bola Thailand.
Dengan begitu, FAT secara bertahap bisa melunasi kewajiban utang yang belum terpenuhi.
Sesuai kesepakatan, FAT bertanggung jawab membayar TrueVisions sebesar 240 juta baht atas nama Siam Sport.
Hal ini mengurangi kewajiban keuangan yang tersisa antara FAT dan Siam Sport menjadi 120 juta baht.
FAT sejauh ini telah membayar 105 juta baht kepada Siam Sport, sehingga hanya tersisa 15 juta baht yang belum dibayar.
Menurut Lao Dong, FAT diperkirakan akan melunasi sisa utang mereka pada Maret 2026.
Pada saat yang sama, pembayaran cicilan jangka panjang untuk utang Siam Sport kepada TrueVisions juga telah dilaksanakan.
Baca Juga: Hasil Drawing Piala Asia U-17 2026 - Indonesia Masuk Grup Neraka, Thailand dan Vietnam Lebih Mujur
Dengan demikian, Madam Pang berhasil membantu FAT melunasi sebagian besar utang dalam waktu kurang dari setahun.
Berkat kemampuan negosiasi Madam Pang, FAT secara bertahap mengatasi kesulitan-kesulitannya dalam hal finansial.
Pada Maret tahun lalu, Madam Pang sempat menangis ketika mengumumkan utang besar FAT yang ditimbulkan oleh pendahulunya.
Di tengah kabar baik terkait utang FAT, banyak penggemar yang merasa kasihan dengan Madam Pang.
Pasalnya, mantan manajer Timnas Thailand itu harus menanggung beban yang ditimbulkan oleh orang lain.
"Sungguh disayangkan bagi Madam Pang. Dia tidak bersalah dalam masalah ini, tetapi dia telah bekerja sangat keras untuk sepak bola Thailand, semua itu hanya untuk melunasi utangnya," komentar seorang penggemar di forum Thailand, Pantip.
Surat kabar Thairath juga berkomentar: "Wanita ini telah berupaya mengarahkan arah perkembangan sepak bola Thailand ke depan, menggunakan dana yang bersih, dan melewati badai utang yang bukan salahnya."
Di bawah kepemimpinan Madam Pang, sepak bola Thailand sejatinya tidak meraih banyak kesuksesan di pentas regional.
Timnas Thailand mengalami rentetan kegagalan dan puasa gelar di turnamen resmi level Asia Tenggara sejak 2022.
Teranyar, harapan publik Thailand untuk bangkit di rumah sendiri pada ajang SEA Games 2025 justru berakhir dengan tangisan.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Thailand justru kalah dari Vietnam lewat babak perpanjangan waktu di partai puncak.
Meski begitu, upaya Madam Pang untuk membantu FAT melunasi utangnya sangat diapresiasi oleh para penggemar Thailand.