0
News
    Home AFC Berita Featured Piala Asia Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Malaysia

    AFC Resmi Bebaskan Timnas Malaysia dari Sanksi Diskualifikasi Kualifikasi Piala Asia - tvOneNews

    3 min read

     

    AFC Resmi Bebaskan Timnas Malaysia dari Sanksi Diskualifikasi Kualifikasi Piala Asia



    Jakarta, tvOnenews.com AFC resmi membebaskan Timnas Malaysia dari sanksi diskualifikasi dari turnamen walau menggunakan pemain naturalisasi ilegal di kompetisi Kualifikasi Piala Asia 2027. 

    Timnas Malaysia dipastikan tak didiskualifikasi dari Kualifkasi Piala Asia 2027 dan akan mengakhiri kompetisi dengan melawan Vietnam di Stadion Thieng Truong pada Selasa (31/3/2026).  Timnas Malaysia pun akan diizinkan untuk tetap tampil di Kualifikasi Piala Asia 2031 mendatang. 

    Keputusan tersebut dipastikan oleh Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John. Hal ini berbeda jauh saat Timor Leste didiskualifikasi dari Kualifikasi Piala Asia 2023 karena memainkan pemain naturalisasi ilegal, Amandio de Araujo selama kompetisi berlangsung. 

    Windsor menegaskan bahwa kasus Timor Leste baru terungkap setelah turnamen selesai digelar, sehingga sanksi yang diberikan berlaku untuk kompetisi di edisi berikutnya.

    “Peraturan itu tidak memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk memberikan hukuman melebihi apa yang bisa mereka berikan. Dalam kasus Timor Leste, kompetisinya sudah selesai baru kesalahan ditemukan,” ujar Windsor John dikutip dari laman Harian Metro, Senin (16/3/2026).

    Ia menjelaskan bahwa ketika pelanggaran ditemukan setelah kompetisi berakhir, maka hukuman tidak bisa diterapkan secara mundur terhadap hasil yang sudah terjadi.

    “Ketika kompetisi sudah selesai, Anda tidak bisa menghukum mereka ke belakang. Hukuman harus diberikan untuk ke depan. Itulah sebabnya Timor Leste dilarang bermain pada edisi kualifikasi berikutnya,” jelasnya.

    Sebaliknya, situasi yang dihadapi Malaysia berbeda karena dugaan pelanggaran ditemukan saat kompetisi masih berlangsung.

    “Situasi Harimau Malaya berbeda. Hal ini ditemukan ketika kompetisi masih berjalan. Jadi tidak bisa disamakan antara Timor Leste dan FAM, karena situasinya memang tidak sama,” lanjut Windsor.

    Sebagai catatan, AFC sebelumnya pernah menjatuhkan sanksi kepada Timor Leste dengan melarang mereka tampil pada AFC Asian Cup 2023. Hukuman tersebut diberikan setelah Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Timor Leste (FFTL), Amandio de Araujo, terbukti memalsukan dokumen kewarganegaraan sejumlah pemain.

    Namun Windsor menegaskan bahwa dalam kasus yang sedang ditangani saat ini, Komite Disiplin AFC tetap harus bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia merujuk pada Pasal 25 Kode Disiplin AFC yang mengatur pembatalan pertandingan dengan hasil 3-0 untuk lawan, serta Pasal 56 yang berkaitan dengan sanksi terhadap pemain atau asosiasi.

    Menurut Windsor, komite tidak bisa menjatuhkan hukuman di luar kewenangan yang telah diatur dalam regulasi tersebut.

    “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Disiplin untuk meneliti fakta yang ada. Semua keputusan yang mereka ambil juga dapat diajukan banding,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa setiap keputusan yang diambil masih bisa dibawa ke tahap banding, bahkan hingga ke Court of Arbitration for Sport jika pihak yang dihukum tidak puas.

    “Setelah proses banding, kasus itu juga bisa dibawa ke CAS. Jadi keputusan tidak bisa dibuat secara sembarangan. Mereka harus membuat keputusan berdasarkan kewenangan yang ada dalam kode disiplin,” katanya.


    Komentar
    Additional JS