Upaya Nyeleneh Liga Jepang untuk Atasi Rekor Buruk Adu Penalti, Bisa Ditiru Liga Indonesia - Bolasport
Upaya Nyeleneh Liga Jepang untuk Atasi Rekor Buruk Adu Penalti, Bisa Ditiru Liga Indonesia - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:00 WIB
Kiper timnas Kroasia, Dominik Livakovic, mengeblok tendangan penalti Takumi Minamino dalam duel Piala Dunia 2022 di Al Janoub Stadium (5/12/2022). Liga Jepang kini punya kiat melatih adu penalti. (OZAN KOSE/AFP)
BOLASPORT.COM - Liga Jepang menerapkan adu penalti untuk semua pertandingan yang berakhir imbang.
Liga Jepang sedang melakukan gebrakan yang bisa berdampak positif pada tim nasionalnya.
Untuk diketahui J1 League melangsungkan musim transisi dari satu kalender menjadi dua kalender.
J1 League yang musim 2025 akan dilanjutkan dengan musim 2026/27.
Untuk mengisi jeda waktu setengah tahun, pihak operator liga menggelar turnamen bertajuk J1 100 Year Vision League.
Liga serasa turnamen tersebut digelar selama empat bulan diikuti seluruh klub J1 League.
Yang menarik, terdapat regulasi baru dalam kompetisi yang hanya digelar satu kali ini.
Setiap laga yang berakhir imbang akan diakhiri dengan adu penalti.
Pemenang adu penalti mendapatkan dua poin, dan pihak yang kalah memperoleh satu poin.
Baca Juga: VAR Tidak Aktif di Laga Persija Vs PSM Merusak Sepak Bola Indonesia
Media Inggris, The Guardian, turut memantau peraturan menarik dari negeri samurai tersebut.
Aturan adu penalti itu rupanya berhubungan dengan kegagalan berulang timnas Jepang di Piala Dunia.
Timnas Jepang tiga kali mentok di 16 besar, tanpa pernah mampu menembus delapan besar.
Dua finis 16 besar tersebut diakhiri karena kekalahan dalam drama adu penalti.
Teranyar, Samurai Biru kalah 3-1 dari Kroasia pada Piala Dunia 2022 Qatar.
Kini dengan adu penalti sengaja diperbanyak di liga lokal, diharapkan para pemain Jepang lebih matang pada aspek tersebut.
"Jepang tergolong buruk dalam adu penalti," ucap chairman J.League Saburo Kawabuchi.
"Anda tidak akan bisa menang jika tidak berlatih secara reguler."
"Saya merasa (perlu) berkata pada mereka untuk lebih kreatif," terangnya.
Langkah yang diambil Jepang tersebut bisa saja ditiru di Indonesia.
Timnas Indonesia punya riwayat kegagalan di babak tos-tosan dalam beberapa tahun terakhir.
Timnas U-23 keok dari Malaysia di final SEA Games 2013, timnas U-23 kalah dari Vietnam di Piala AFF U-23 2023, timnas futsal tumbang dari Iran di final Piala Asia Futsal 2026.
Meski begitu Jepang melakukannya dalam turnamen singkat yang bukan termasuk liga resmi.
Indonesia barangkali bisa mencobanya dalam turnamen Piala Presiden mendatang.