Toprak Razgatlioglu Kesulitan dengan Ban Michelin, Kelemahan Yamaha Makin Terekspos - Semua Halaman - Bolasport
Toprak Razgatlioglu Kesulitan dengan Ban Michelin, Kelemahan Yamaha Makin Terekspos - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, kesulitan dengan adaptasi ban Michelin di MotoGP 2026. ( MOTOGP)
BOLASPORT.COM - Masalah klasik Yamaha menjangkit lagi saat Toprak Razgatlioglu juga kesulitan dengan ban dari Michelin.
Adaptasi pembalap Turki itu kurang mulus setelah merasakan betapa berbedanya ban Michelin dan ban Pirelli.
Juara Dunia WSBK (World Superbike) tiga kali ini biasa memakai ban Pirelli.
Sedangkan debutnya di kelas MotoGP, harus beralih ke ban pabrikan Prancis yang memang sering menyulitkan para pembalap Yamaha.
Belum lagi kecepatan dan perubahan mesin motor YZR-M1 dari empat silinder segaris ke V4 juga butuh banyak penyesuaian.
"Di World Superbike, saya selalu menggunakan ban belakang untuk mengendalikan motor," kata Toprak Razgatlioglu dikutip Bolasport dari Speedweek.
"Saya selalu menggunakan ban belakang untuk meluncur, meluruskan motor, dan berakselerasi dengan baik. "
"Tetapi di MotoGP, semuanya benar-benar kebalikannya," tandas El Turco.
Kesulitan-kesulitan Razgatlioglu sangat dipahami Jack Miller selaku rekan setimnya.
Miller pun merasa bahwa masalah ban Michelin ini yang membuat motor Yamaha makin runyam dan sulit untuk diajak cepat.
"Itulah masalah terbesar dengan ban Michelin," jelas Miller,
"Begitu mulai berputar, putarannya hanya berhenti di gigi kelima atau keenam."
"Jadi ban terus berputar, bahkan di lintasan lurus," kata pembalap asal Australia.
Kesulitna dengan cengkeraman atau traksi adalah masalah klasik di Yamaha.
Fabio Quartararo bahkan sejak zaman Valentino Rossi pun sudah merasakannya.
Keputusan pabrikan berlogo garpu tala ganti ke mesin V4 juga tidak lepas karena masalah tersebut.
"Itu (musim lalu) adalah masalah terbesar dengan mesin empat silinder segaris, sangat, sangat, sangat sulit untuk mengelola perpindahan bobot dan mempertahankan traksi," kata Jack Miller.
"Jika cengkeraman hilang terlalu cepat, Anda tidak dapat menemukan traksi sama sekali."
Tanpa bermaksud membandingkan, Miller merasa bahwa masalah seperti inilah yang menjadi kelemahan Yamaha, yang membuatnya semakin tertinggal dengan Ducati.
"Jika Anda mendengarkan suara Ducati saat mereka membuka gas, semuanya terjadi sehalus mungkin untuk menggeser beban tanpa membuat sepeda motor kehilangan keseimbangan," tukas Miller.
Baca Juga: Ada 1 Kesulitan yang Bikin Toprak Razgatlioglu Cuma Bisa Pasrah di MotoGP