Timnas Thailand Gelar Pertemuan Darurat, Pelatih Eropa Tiru Model Piala Dunia - Superball
SUPERBALL.ID - Anthony Hudson, pelatih yang membantu membangun formula kesuksesan Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2022, yakin dapat menerapkan model tersebut untuk membantu Thailand lolos ke Piala Asia.
Pelatih kepala Timnas Thailand, Anthony Hudson, memberikan wawancara setelah pertemuan dengan Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) mengenai persiapan untuk FIFA Matchday pada bulan Maret.
Menurut jadwal, Timnas Thailand akan memainkan pertandingan penting melawan Turkmenistan di laga terakhir babak penyisihan grup Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 31 Maret mendatang.
Baru-baru ini, ahli strategi asal Inggris tersebut mengungkapkan alasan terkait diadakannya pertemuan darurat tersebut.
Baca Juga: Gagal Total, Fans Thailand Minta Timnasnya Setop Tiru Model Sepak Bola Jepang
"Pertemuan dengan tim U-23 bertujuan untuk membahas seleksi pemain," ujarnya kepada Siam Sport.
"Karena baik tim nasional Thailand maupun tim U-23 memiliki jadwal selama FIFA Matchday, dan mungkin ada beberapa pemain yang jadwalnya tumpang tindih."
"Yang lebih penting, pertemuan itu untuk menyepakati arah dan filosofi agar kedua tim dapat bergerak ke arah yang sama."
"Adalah hal yang wajar bagi kedua tim nasional untuk bekerja sama guna memaksimalkan manfaat bagi keduanya."

Mengenai persiapan yang akan datang, Hudson menekankan bahwa timnya telah memiliki beberapa rencana.
"Rencana saya untuk periode mendatang adalah bekerja keras untuk mempelajari Turkmenistan secara menyeluruh," ucapnya.
"Mulai dari budaya sepak bola mereka, gaya bermain, karakteristik pemain, hingga klub-klub di liga nasional mereka."
"Sehingga tim dapat memahami lawan sebaik mungkin sebelum menghadapinya."
"Untuk lima minggu tersisa, kami akan memiliki tema khusus setiap minggu dan memberikan tugas kepada setiap anggota staf pelatih untuk menemukan solusi terbaik."
"Semua orang tahu ini adalah pertandingan yang sangat penting dan kami hanya memiliki satu tujuan yakni mengalahkan Turkmenistan dan lolos ke putaran final Piala Asia."
Mengenai absennya Thailand dari pertandingan persahabatan selama pemusatan latihan ini, Hudson menegaskan bahwa itu bukan masalah.
"Seperti yang semua orang tahu, kami tidak akan mengadakan pertandingan persahabatan kali ini," ujarnya.
"Bagi saya, ini bukan hal baru. Kami akan menggunakan latihan lawan simulasi sebanyak mungkin, seperti yang saya lakukan dengan tim nasional AS di Piala Dunia 2022 di Qatar."
"Mereka juga tidak banyak mengadakan pertandingan persahabatan saat itu, tetapi tetap tampil baik di babak penyisihan grup, finis di posisi kedua dan melaju ke babak gugur."
Ia juga menekankan pelajaran yang dipetik dari FIFA Matchday pada bulan November.
"Faktor penting lainnya adalah jumlah hari latihan," lanjutnya.
"Dari pengalaman di bulan November, ketika kami memainkan pertandingan persahabatan melawan Singapura sebelum berangkat ke Sri Lanka, ada banyak masalah seperti pemulihan fisik dan perjalanan."
"Yang berarti kami hanya memiliki sekitar 2-3 sesi latihan taktik yang sebenarnya."
"Kali ini, kami menginginkan lebih banyak waktu untuk menerapkan taktik kami, membantu tim agar siap sebaik mungkin sebelum pertandingan penting."