0
News
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Tak Cuma Bangun Stadion Terbesar di Dunia, Vietnam Juga Diminta Tiru Investasi PIF Arab Saudi - Superball

    7 min read

     

    Tak Cuma Bangun Stadion Terbesar di Dunia, Vietnam Juga Diminta Tiru Investasi PIF Arab Saudi


    Timnas U-23 Vietnam menerima medali perunggu Piala Asia U-23 2026 di ruang ganti. (VFF.ORG.VN)

    SUPERBALL.ID - Pendekatan Arab Saudi dalam mendirikan Dana Investasi Publik (PIF) untuk sepak bola dianggap sesuatu yang harus ditiru oleh sepak bola Vietnam.

    Anggapan tersebut disampaikan oleh dua pakar sepak bola asal Vietnam, Quang Tung dan Long Vu.

    Pembentukan PIF oleh Arab Saudi yang dikhususkan untuk sepak bola terus memicu banyak pemikiran tentang jalan menuju pengembangan olahraga elit di Asia.

    Menurut Quang Tung dan Long Vu, ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang model, visi, dan stabilitas sumber daya investasi.

    Baca Juga: Pemain Naturalisasi Baru Vietnam Beri Pesan Tegas ke Kim Sang-sik Jelang Lawan Malaysia

    Quang Tung percaya bahwa jika sepak bola Vietnam ingin membuat kemajuan signifikan, hal itu tidak dapat hanya mengandalkan upaya spontan individu atau bisnis perorangan.

    "Masalah intinya adalah sumber daya investasi," kata Quang Tung, dikutip SuperBall.id dari Dan Viet.

    "Setiap orang memiliki ambisi, tetapi sumber daya investasi harus stabil untuk menciptakan dorongan bagi pengembangan seluruh sistem sepak bola," tegasnya.

    Menurut Long Vu, model yang dapat dipelajari oleh sepak bola Vietnam tidak hanya ditemukan di Arab Saudi, tetapi juga di liga olahraga profesional lainnya.

    Ia mencontohkan NBA, liga bola basket profesional Amerika Serikat, dengan model investasi terkonsentrasi.

    "Sepak bola benar-benar dapat belajar dari ini, karena yang terpenting adalah bagaimana mengatur dan mempertahankan aliran modal investasi jangka panjang," kata Long Vu.

    Pada kenyataannya, Arab Saudi telah memutuskan untuk menginvestasikan sumber daya secara besar-besaran melalui PIF meski sudah berada di level tinggi dalam sepak bola Asia.

    Menurut Quang Tung, inilah yang menciptakan daya tarik untuk menarik bintang-bintang top dunia, sekaligus melayani tujuan jangka panjang seperti menyelenggarakan turnamen besar.

    "Tanpa sumber daya investasi yang cukup, akan sangat sulit untuk menciptakan daya tarik dan meningkatkan level liga," ungkapnya.

    Selain aspek sumber daya dan finansial, kedua pakar tersebut juga secara khusus menekankan peran infrastruktur.

    Vietnam telah berencana untuk membangun stadion terbesar di dunia berkapasitas 135.000 penonton, yakni Stadion Trong Dong.

    Stadion tersebut terletak di kawasan kompleks olahraga Olimpiade di Hanoi dan diperkirakan akan selesai pada Agustus 2028.

    Baca Juga: Vietnam Ungkap Masa Lalu Hector Souto yang Sering Diabaikan Sebelum Direkrut Indonesia

    Stadion Trong Dong diinvestasikan oleh Vingroup dengan total biaya mencapai 925.000 miliar VND (Rp587,6 triliun).

    Dimulainya proyek olahraga berskala besar di Vietnam, termasuk pembangunan Stadion Trong Dong dipandang sebagai pertanda positif.

    Menurut Long Vu, ini bukan hanya infrastruktur yang melayani sepak bola, tetapi juga fondasi untuk menyelenggarakan acara dan hiburan, sehingga menciptakan pendapatan tambahan dan nilai tambah bagi olahraga.

    Sementara Quang Tung menyatakan optimisme dengan mengatakan bahwa jika proyek-proyek ini dioperasikan sesuai jadwal, Hanoi dan Ho Chi Minh City benar-benar dapat menjadi pusat regional utama untuk menyelenggarakan acara olahraga.

    "Dengan infrastruktur yang sudah tersedia, kita kemudian dapat mempertimbangkan untuk menyelenggarakan turnamen tingkat Asia seperti Asian Games atau Piala Asia," katanya.

    Dari diskusi infrastruktur, kedua pakar Vietnam itu juga menarik paralel dengan pengalaman Qatar dalam menyelenggarakan Piala Dunia.

    Qatar memanfaatkan keunggulan geografisnya dan memusatkan sumber daya untuk mengoptimalkan penyelenggaraannya.

    Sebaliknya, Piala Dunia 2026, yang tersebar di tiga negara Amerika Utara, akan menghadirkan tantangan yang sama sekali berbeda.

    Perbandingan ini, menurut Long Vu, menunjukkan bahwa menyelenggarakan acara besar tidak hanya membutuhkan uang tetapi juga visi strategis dan koordinasi keseluruhan.

    Singkatnya, dari model Arab Saudi dan NBA hingga kisah Qatar, ada satu pesan yang ditekankan oleh Quang Tung dan Long Vu.

    Pesan itu adalah sepak bola Vietnam membutuhkan model investasi yang sistematis dan stabil dengan dukungan kebijakan yang kuat untuk mencapai terobosan.

    Hanya ketika sumber daya diorganisir secara baik dan dalam jangka panjang, mereka menilai ambisi besar akan berpotensi untuk menjadi kenyataan.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS