Setelah Persulit Anthony Ginting, Tunggal Malaysia Khawatir Ditekan Berlebihan - Bolasport
Setelah Persulit Anthony Ginting, Tunggal Malaysia Khawatir Ditekan Berlebihan
BOLASPORT.COM - Tunggal putra Malaysia, Kong Wei Xiang, tidak ingin dibebani harapan terlalu tinggi setelah perlawanannya terhadap Anthony Sinisuak Ginting.
Duel Kong Wei Xiang melawan Anthony Sinisuka Ginting terjadi di fase grup antara Indonesia dan Malaysia di Kejuaraan Beregu Asia 2026 di Qingdao, China, 5 Februari 2026.
Kala itu, Kong mencuri perhatian setelah tampil kuat melawan Ginting pada partai kelima di mana Indonesia dan Malaysia dalam posisi seimbang 2-2.
Turun di partai penentu, Kong memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan Ginting sebelum kandas dengan skor 17-21, 21-13, 16-21.
Setelah pertemuan itu, Kong Wei Xiang yang masih berusia 18 tahun ini banyak mendapat pujian.
Ia dianggap memiliki masa depan cerah dan bisa jadi harapan baru tunggal putra Malaysia.
Namun Kong yang masih berada di peringkat 313 dunia karena masih fokus bersaing di level junior ini tidak mau terbawa ekspektasi tinggi.
Pemain dari Bukit Mertajam, Penang, ini enggan merasakan tekanan berlebihan.
Apalagi, penggemar bulu tangkis Negeri Jiran tak jarang begitu mudah melabeli pemain tunggal putra muda Malaysia sebagai penerus Lee Chong Wei.
Tunggal putra Malaysia, Kong Wei Xiang, pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 saat melawan Anthony Sinisuka Ginting, di Qingdao, China, Kamis (4/2/2026). (BAM)Bukan Kong Wei Xiang tak mau menjadi seperti Lee Chong Wei, melainkan karena ia merasa masih harus banyak belajar.
Malaysia masih mencari sosok penerus legenda tunggal putra.
Belum ada yang benar-benar berhasil seperti Lee Zii Jia, Ng Tze Yong, Leong Jun Hao, hingga Justin Hoh. Paling sukses ialah Lee tetapi kariernya mengalami pasang surut yang besar.
Baca Juga: Indonesia Lihat Peluang, Malaysia Lihat Risiko soal Gebrakan BWF untuk Turnamen Bulu Tangkis Akbar
"Sebenarnya, saya tidak ingin banyak orang berpikir bahwa saya adalah calon bintang," kata Kong Wei Xiang merendah, dikutip Bolasport dari Stadium Astro.
"Saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri."
"Saya tidak ingin (para pendukung) menyebut saya sebagai penerus Datuk Lee Chong Wei."
"Saya tidak ingin berpikir seperti itu. Itu butuh waktu," katanya.
Kong Wei Xiang menjadi pemain muda yang dibawa Malaysia ke Kejuaraan Beregu Asia 2026 setelah Justin Hoh dan Eogene Ewe.
Di pelatnas Malaysia, jika sudah naik ke level senior, Kong berpotensi dilatih dengan pelatih asal Indonesia yang baru bergabung, Harry Hartono.
Pelatih asal Indonesia, Harry Hartono, saat memulai tugasnya di pelatnas BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), di Bukit Kiara, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/2/2026). (BAM)Harry, yang pernahikut melatih Jonatan Christie dan Ginting di Pelatnas, menjadi asisten bagi kepala pelatih tunggal putra Malaysia, Tey Seu Bock, bersama dengan K. Yongendran.
Dalam hari-hari pertama kerjanya sejak 10 Februari 2026, Harry telah mengamati sinyal positif dari tunggal putra Negeri Jiran.
Malaysia juga lebih dulu mendatangkan mantan kepala pelatih Denmark, Kenneth Jonassen, yang punya pengalaman dengan Viktor Axelsen dan Anders Antonsen.
Jonassen berperan sebagai direktur kepelatihan tunggal.
"Saya dapat melihat bahwa mereka memiliki semangat juang yang baik dan rasa tanggung jawab yang kuat terhadap apa yang mereka lakukan sekarang," kata Harry dikutip Bolasport dari The Star.
"Karena keduanya berkompetisi di level tertinggi, saya merasa mereka sudah memiliki visi yang jelas tentang bagaimana meningkatkan performa mereka lebih lanjut,” tambahnya.
“Untuk saat ini, saya masih beradaptasi, dan saya rasa saya butuh sekitar satu bulan untuk menilai situasi dan kondisinya."
"Setelah itu, terserah direktur nasional, Kenneth Jonassen, untuk memutuskan bagaimana tugas-tugas diatur, termasuk pemain mana yang akan menjadi tanggung jawab saya."
"Saat ini, masih dalam fase adaptasi," kata Harry.