Sekjen AFC Sebut Sejarah Tak Berpihak pada Malaysia, Hukuman Berat di Depan Mata - Superball
SUPERBALL.ID - Hukuman berat menanti tujuh pemain naturalisasi palsu Timnas Malaysia apabila menilik sejarah kasus di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Sinyal tersebut datang dari pernyataan Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Windsor Paul John.
Windsor sejatinya melihat masih ada harapan untuk melihat keputusan di CAS yang menguntungkan Timnas Malaysia.
Menurut Windsor, indikasi yang paling jelas adalah tindakan CAS dalam menyetujui permohonan penangguhan hukuman FIFA.
Sebelumnya, FIFA memberikan hukuman berupa denda dan skorsing 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Namun, hukuman itu ditangguhkan oleh CAS menyusul banding yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
"Mereka mengajukan permohonan perintah penangguhan dan CAS menyetujuinya, yang memberikan indikasi bahwa masih ada harapan bagi Malaysia."
"Ini adalah pertama kalinya selama saya bertugas di AFC."
"Belum pernah ada satu kasus pun sebelumnya yang ditunda," katanya.
Windsor menjelaskan bahwa keputusan itu bukanlah sesuatu yang mudah diperoleh karena CAS menetapkan batasan yang sangat tinggi sebelum mengizinkan penundaan apa pun.
"Ini sangat sulit karena syarat yang ditetapkan oleh pengadilan sangat ketat," kata Windsor, dikutip SuperBall.id dari Hmetro.com.my.
Namun, Windsor menyebut semua kasus sebelumnya yang diajukan ke CAS dan disertai dengan permohonan penangguhan berakhir dengan kegagalan.
Dengan kata lain, Windsor menyebut sejarah tidak berpihak kepada Malaysia sepanjang pengalamannya dengan AFC sejak 2015.
"Dalam sejarah AFC, setiap orang yang meminta penundaan selalu kalah. Mereka tidak pernah mendapatkannya," katanya.
Baca Juga: Pemain Naturalisasi Baru Vietnam Beri Pesan Tegas ke Kim Sang-sik Jelang Lawan Malaysia
Kendati demikian, Windsor masih membuka kemungkinan hasil akhir yang lebih seimbang bagi kedua belah pihak.
"Berdasarkan pengalaman kami di AFC, peluangnya bisa dianggap 50:50," katanya.
Windsor mengingatkan bahwa perjuangan tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya belum sepenuhnya berakhir.
Hal ini karena FIFA belum menyampaikan argumen mereka dan CAS sejauh ini hanya mendengarkan presentasi dari para pemain.
Windsor juga meyakinkan bahwa FAM tidak akan diskors oleh FIFA menyusul langkah-langkah pemulihan internal yang sedang dilakukan saat ini.
CAS akan mengadakan sidang tatap muka terkait kasus yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi pada 26 Februari 2026.
Windsor menjelaskan bahwa jika FAM menang, hukuman untuk tujuh pemain yang terlibat akan diakhiri segera.
Sebaliknya, CAS bisa mengeluarkan keputusan untuk memperpanjangan hukuman jika FAM dan ketujuh pemain kalah.
"Informasi tidak resmi yang kami miliki adalah bahwa jika banding berhasil, artinya pemain dan FAM berhasil memenangkan kasus ini, maka skorsing biasanya akan segera berakhir dan pemain dapat bermain untuk klub."
"Jika pemain dan asosiasi gagal, maka CAS juga dapat mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang hukuman, skorsing hingga berakhir karena mereka gagal memenangkan kasus tersebut," katanya.