0
News
    Home Asian Games Berita Featured Sepak Bola Sepak bola Asian Games Sepak Bola Indonesia Son Heung-Min Spesial

    Saksi Bisu Prestasi Terbesar Son Heung-min, Stadion Bersejarah Asian Games 2018 Terkena Angin Kencang - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read

     

    Saksi Bisu Prestasi Terbesar Son Heung-min, Stadion Bersejarah Asian Games 2018 Terkena Angin Kencang - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Jumat, 13 Februari 2026 | 12:00 WIB


    Stadion Pakansari mengalami kerusakan setelah diterpa angin kencang, Kamis (12/2/2026). (ALSADAD RUDI/KOMPAS.com)

    BOLASPORT.COM - Stadion Pakansari mengalami atap roboh akibat angin kencang yang melanda Kabupaten Bogor pada Kamis (12/2/2026).

    Angin kencang di Kabupaten Bogor kemarin turut merusak infrastruktur peninggalan Asian Games 2018.

    Stadion Pakansari merupakan venue cabor sepak bola bertaraf internasional yang menggelar laga final Asian Games 2018.

    Hingga kini, arena tersebut juga masih rutin menggelar pertandingan kasta tertinggi Super League atau kasta kedua Championship.

    Dalam gambar yang beredar di media sosial, tampak Stadion Pakansari mengalami kerusakan parah di area atap.

    Hal tersebut berpotensi membuat stadion tersebut tak lagi aman untuk menggelar laga profesional dengan kehadiran penonton.

    Tak menutup kemungkinan pula pihak I.League akan melarang penggunaaan Stadion Pakansari karena alasan keamanan.

    Saat ini, dua klub Championship yaitu Garudayaksa dan Persikad berkandang arena berkapasitas 30 ribu penonton itu.

    Kembali ke Asian Games 2018, arena ini menjadi saksi pencapaian tertinggi Son Heung-min di level internasional.

    Baca Juga: Tanpa Borneo FC dan Persib Bandung, Inilah Jadwal Super League Pekan ke-21

    Son Heung-min merupakan legenda timnas Korea Selatan yang pernah menjadi kapten Tottenham Hotspur di Liga Inggris.

    Pada 2018, Son menghadapi persimpangan karier karena "terancam" mengikuti wajib militer yang digelar pemerintah Korea Selatan.

    Salah satu syarat menghindari wamil selama hitungan tahun tersebut adalah meraih juara bersama timnas Korsel.

    Sejak awal karier hingga sekarang, Son belum pernah menjuarai Piala Asia, sehingga jalur prestasi harus dicapai melalui turnamen lain.

    Asian Games 2018 kemudian menjadi "penyelamat" karier Son karena mampu meraih medali emas di partai final.

    Saat itu, Son didaftarkan sebagai pemain overage karena sudah berusia 26 tahun untuk turnamen yang diikuti timnas U-23.

    Pemain yang kini membela Los Angeles FC itu membawa Korsel mengalahkan Jepang di partai final, serta mencetak 1 gol di sepanjang turnamen.

    Berkat prestasi signifikan itu, Son tak perlu menjalani wamil selama setahun.

    Ia kemudian mencapai titik tertinggi di level klub saat membawa Tottenham menjuarai Europa League 2024/25.

    Delapan tahun setelah momen magis Son, Stadion Pakansari mengalami bencana terburuk.

    Baca Juga: Dibantu Pemain Keturunan Indonesia, Tim yang Ditakukkan Persib Kalahkan Wakil Australia di 16 Besar ACL 2

    Komentar
    Additional JS